Megan mengernyitkam dahi dengan menatap Alfi di depannya yang duduk dengan sorot mata dingin. Laki-laki itu perlahan menegakan tubuh dengan menaikan alis kirinya seakan meminta penjelasan pada Megan. "Saya tidak mengerti kenapa anda mau bicara berdua dengan saya? Kalau soal pekerjaan kan bisa di kantor, pak?" Alfi mengeraskan rahang pelan, "kau pasti tahu, kalau saya mengakak kau bicara bukan untuk itu. Jangan pura-pura bodoh, sekarang jelaskan apa yang kau tahu tentang almarhumah mama saya." Megan tersentak kecil, berusaha menguasai air mukanya yang nampak tercengang dengan perkataan Alfi. Sebenarnya ia selama ini sudah memprediksi kalau Alfi akan segera mengetahui tentang ia yang ternyata datang ke Fianhira bukanlah untuk berkerja semata. Melainkan karena suruhan Alemea dan alasannya

