MENDADAK HAMIL

797 Words
Kring.....kring...kring, nada hp Keenly membangunkan Erika dari tidur nyenyak nya. Waduh, siapa sih yang telvon pagi-pagi, gangguin orang tidur saja, rengek Erika sambil berusaha mencari barang yang mengusik tidur nya. Hah......teriakan Erika, mata nya melotot tajam menatap HP yang dia pegang. HP siapa punya ini?, tanya nya dalam hati. Dia pun menoleh kesampingnya melihat sang kekasihnya masih tertidur nyenyak. Hey, Keenly, bangun....bangun Keenly, teriakan Erika sambil menggerakan badan cowok itu. Ada apa sayang?, ke dokternya nanti saja ya, ini kan masih subuh, jawab Keenly pelan sambil menahan rasa kantuknya. Eh, yang mau ke dokter siapa? Aku mau tau, kok kamu bisa tidur di sini?, seranjang pula, celoteh Erika tiada henti bercampur bingung kira-kira apa yang terjadi semalam. Erika, kamu yang minta bantuan ke aku semalam untuk ke sini, jawab Keenly berusaha menjelaskan. Kok bisa Ken, mau ngapain aku minta kamu ke sini, hemmm....jawab Erika berusaha membantah jawaban Keenly. Sayang, semalam itu kamu nelvon aku dan minta bantuan, setelah itu tiba-tiba kamu tidak menjawab aku saat memanggil kamu di telvon, aku khawtir terjadi sesuatu sama kamu, akhirnya aku pun buru-buru ke sini dan mendapati kamu sedang pingsang, Keenly berusaha menjelaskan panjang lebar. Erika pun berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Dia pun ingat saat menelvon Keenly karena sakit. Em, ya udah tapi kamu nggak macam-macam sama aku kan, tanya Erika sambil menatap wajah kekasihnya yang tampan dan memesona itu. Kayak nggak pernah coba aja kamu, jawab Keenly sambil mengoda kekasihnya itu. Pipi nya Erika langsung memerah, eh apa-apaan sih lu, itu kan kamu lakuinnya tanpa persetujuan dari aku, jawab Erika dengan muka cemberut. Tiba-tiba Keenly menarik tangan gadis itu, hingga tubuh munggil Erika pun jatuh keatasnya. Dengan sigap Keenly pun mengecup bibir seksi kekasihnya. Erika pun membalas nya dengan penuh mesra. Keduanya pun saling menikmati adegan panas yang mereka lakukan. Hingga keduanya pun mengulangi kesalahan yang sama. Ah....ah...lanjutin sayang, terus sayang, desah Keenly tiada henti menikmati apa yang dilakukan kekasihnya, hingga si junior tidak dapat mengendalikan lagi. Dia pun langsung membuka celana kekasih nya dan langsung menodongkan si junior andalan nya. Wah,,,lega sekali rasa nya sayang, junior muntah pas pada tempat nya, pekik Keenly tiada henti. Ken, ke dokternya kapan?, tanya Erika mengganggu kenikmatan yang sedang dirasakan oleh Keenly. Keenly pun mengeluarkan si junior dan langsung menutup dengan celananya. Udah jam berapa sayang?, tanya Keenly sambil mengambil hp nya. Ya, udah sana kamu mandi gih, 30 menit lagi kita berangkat ya, lanjut Keenly. 30 menit kemudian Erika dan Keenly berangkat menuju ke rumah sakit. Setelah beberapa jam menunggu akhirnya nama Erika pun dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Dokter nya pun tersenyum melihat hasil pemeriksaan nya. Pak, bu selamat ya sekarang sudah menjadi ayah dan ibu, ucap dokter itu sambil menyodorkan hasil pemerkksaan nya pada Erika. Maksud nya dokter?, tanya Keenly dan Erika serempak. Saya hamil, dia hamil, Erika dan Keenly menjawab hampir bersamaan. Ia pak, ia bu. Selamat yah, lanjut dokter tersebut sambil meninggalkan kedua sepasang kekasih itu. Mereka masih berdiam diri tak ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan, mereka tidak menyangka dengan hasil yang mereka peroleh. Kok, aku mendadak hamil, tanya Erika pada diri nya sendiri, merasa tisak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya. Tanpa banyak berbicara Erika pun berjalan sambil berlari kecil meninggalkan Keenly yang masih berdiri kayak patung hidup. Erika menangis meratapi takdirnya, dia tidak pernah menyangka bakal hamil di luar nikah dan lebih parahnya dia hamik saat masih kuliah. Erika dan Keenly masih duduk di semester 6 tunggu satu tahun lagi baru lulus. Impian Erika untuk membuat orang tua nya bangga dan lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude pun hilang dan musnah. Melihat Erika pergi begitu saja dari hadapan nya, Keenly pun lari mengejarnya. Sayang, tunggu, tunggu Ka, Keenly memanggil tiada henti berusaha menghentikan kekasihnya. Sementara Erika terus-terusan berlari sambil menangis. Erika pun berjalan menuju halaman belakang rumah sakit. Di sana tak ada siapa pun membuat Erika menangis lepas dan terus berteriak, Tuhan kenapa ini terjadi?, Mama....Papa maafkan aku....maafkan aku, dia terus menangis tiada henti. Keenly pun langsung mendekatinya dan langsung memeluk nya. Keenly pun berusaha menenangkannya tapi gagal. Brakkk...tamparan keras menghantam pipi Keenly. Ini semua gara-gara kamu ya! Kamu yang sudah ngehancurin impian aku, kamu jahat Ken, kamu jahat, tangisan Erika semakin menjadi-jadi, Keenly dengan tenang berusaha menenangkan kekasihnya. Dia sadar ini semua adalah kesalahan nya. Seandainya, saat itu dia dapat mengendalikan nafsu nya pasti kejadian seperti sekarang tidak akan pernah terjadi. Maafkan aku Erika, aku benar-benar minta maaf, aku tahu aku salah. Aku janji aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada kamu, ucap Keemly penuh serius tanpa ada keraguan pada wajah nya membuat Erika sedikit tenang. Apa yang akan kita lakukan sekarang Ken?, tanya Erika sambil menghapuskan air mata nya. Kita akan menikah Erika, jawab Keenly sambil memeluk kekasihnya itu, dan mengelus-elus rambut gadis yang sudah ia hancurkan impiannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD