KOK, TELAT DATANG BULAN

1309 Words
Keesokaan harinya, Erika bangun pagi-pagi sekali dikarenakan dia tidak bisa tidur nyenyak karena perutnya terus-terusan merasa sakit. Oughhh.......sakit sekali, ada apa dengan saya kok bisa perus saya sakit sekali, perih Erika. Erika pun berusaha untuk bangun dan berusaha untuk berdiri mengambil air hangat. Erika pun menelan air itu, belum selesai satu gelas meminumnya tiba-tiba Erika mual dan pengen muntah. Ouuukkkk....ouuukkk....Erika terus-terusan berusaha memgeluarkan apa yang membuatnya mual tetapi tidak mengeluarkan apa pun. Dia hanya mual dan rasa pengen muntah. Kepalanya tiba-tiba merasa pusing dan sekujur tubuhnya merasa lemas. Ada apa dengan ku?, tanyanya dalam hati. Dalam keadaan seperti itu dia sangat membutuhkan bantuan dari orang lain, tetapi orang di sekitar kamarnya masih belum satu pun yang bangun karena hari masih subuh. Terpikir olehnya untuk menelvon Keenly dan meminta bantuan untuk membeli obat di apotik. Dia pun berusaha kembali ke kamar untuk mengambil handphone. Tangan nya mengutak atik untuk mencari nomor Keenly, setelah menemukannya Erika langsung menelvonnya. Tut....tut....nada handphonenya bergetar menandakan panggilannya tersambung, setelah bebera menit dia menunggu tiba-tiba ada jawaban di seberang handphone. Halo, ka. Ada apa?, kok kamu telvon sesubuh ini, tanya Keenly yang tak dapat menahan rasa ngantuknya. Ken, bantu aku, jawab Erika lirih. Tiba-tiba Erika pingsang. Erika, halo ka....halo, ka kok kamu tidak jawab sih, Keenly terus-terusan memanggil Erika yang tidak mendengar panggilannya karena pingsan. Keenly pun langsung bangun dan buru-buru mengambil jaketnya yang masih gantung di lemari. Dengan terburu-buru sekali dia pun langsung mengambil kunci motor dan segera menuju ke kos Erika. Sesampai di kos Erika dia pun mengetuk pintunya dan Erika tetap saja tidak membuka pintunya. Dia terus-terusan memanggil nama gadis itu tetapi Erika tidak menjawabnya sedikit pun. Dia tiba-tiba ingat saat Erika memberikan dia sebuah kunci cadangan kamarnya. Dia langsung mengambil kuncil tersebut dari dalam dompetnya, dan langsung membuka pintu tersebut. Alhamdudillah, pintu nya terbuka, ucap Keenly senang bercampur rasa khawatir terjadi sesuatu pada kekasihnya. Ka....Erika, dia pun memanggil gadis tersebut dan langsung menuju ke kamarnya karena tidak ada yang menjawabnya. Ouuuuu....Keenly kaget melihat ke kasihnya tergeletak di lantai. Erika, ka....Keenly berusaha membangunkan gadis tersebut dan langsung mengangkatnya ke atas kasur. Keenly, panggil gadis itu dengan suaranya yang lirih. Ka, kamu sudah sadar, tanya Keenly. Ia Ken, kenapa kamu ada disini, Erika pun balik bertanya. Aku ke sini karena kamu tidak menjawab aku saat kamu menelvon minta bantuan sama aku, eh tau-taunya kamu pingsan. Kamu sakit, Keenly bertanya sambil mengelus rambut Erika. Nggak tau deh, ken. Tapi aku tiba-tiba merasa mual dan muntah dan kepala aku juga rasanya sakit sekali. Ya, udah kalau gitu kita ke puskesmas saja aku tidak mau kamu kenapa-kenapa, sambung Keenly. Tunggu dulu deh, hari ini emangnya tanggal berapa sih, tanya Erika yang kebinggungan sampe-sampe lupa tanggal berapa hari ini. Tanggal 24 Ka, emangnya kenapa, jawab Keenly kebinggungan. Ken, kalau begitu, aku telat 2 minggu dong, lanjut Erika lirih. Telat 2 minggu apa Ka, tanya Keenly penuh kebinggungan. Aku telat 2 minggu datang bulan Ken, jangan-jangan aku hamil, ucap Erika sambil melototkan matanya ke Keenly. Keenly pun langsung berdiri dan langsung mau pamit pulang. Ka, aku pulang dulu yah, kamu kan udah nggak apa-apa. Ken, kok kamu pulang sih, gimana kalau aku benaran hamil. Sekarang aku mau kita kamu ke apotik untuk beli tespack, ucap Erika sedikit kesal pada Keenly yang berusaha menghindari pembicaraan tentang Erika telat datang bulan. Ya, udah tunggu jam 8 yah, ini kan baru jam 4, mending kamu lanjut tidurnya, ucap Keenly sambil mendekatkan diri pada kekasihnya itu, dia pun memeluk tubuh mungil ke kasihnya itu. Ka, kamu tidak usah khawatir yah, aku selalu ada untuk kamu. Sekali pun kamu hamil aku pasti bertanggung jawab kok, kita tinggal ngomong sama keluarga kita kalau kita akan menikah, ucap Keenly penuh serius agar kekasihnya tidak merasa khawatir. Ken, kok kamu bisa pikir sampe kesana sih, jawab Erika sambil tersenyum karena merasa senang dan puas dengan jawaban dari kekasihnya yang benar-benar serius sama dia dia dan mau bertanggung jawab apa pun yang terjadi. **** Keesokaan harinya, Erika bangun pagi-pagi sekali dikarenakan dia tidak bisa tidur nyenyak karena perutnya terus-terusan merasa sakit. Oughhh.......sakit sekali, ada apa dengan saya kok bisa perus saya sakit sekali, perih Erika. Erika pun berusaha untuk bangun dan berusaha untuk berdiri mengambil air hangat. Erika pun menelan air itu, belum selesai satu gelas meminumnya tiba-tiba Erika mual dan pengen muntah. Ouuukkkk....ouuukkk....Erika terus-terusan berusaha memgeluarkan apa yang membuatnya mual tetapi tidak mengeluarkan apa pun. Dia hanya mual dan rasa pengen muntah. Kepalanya tiba-tiba merasa pusing dan sekujur tubuhnya merasa lemas. Ada apa dengan ku?, tanyanya dalam hati. Dalam keadaan seperti itu dia sangat membutuhkan bantuan dari orang lain, tetapi orang di sekitar kamarnya masih belum satu pun yang bangun karena hari masih subuh. Terpikir olehnya untuk menelvon Keenly dan meminta bantuan untuk membeli obat di apotik. Dia pun berusaha kembali ke kamar untuk mengambil handphone. Tangan nya mengutak atik untuk mencari nomor Keenly, setelah menemukannya Erika langsung menelvonnya. Tut....tut....nada handphonenya bergetar menandakan panggilannya tersambung, setelah bebera menit dia menunggu tiba-tiba ada jawaban di seberang handphone. Halo, ka. Ada apa?, kok kamu telvon sesubuh ini, tanya Keenly yang tak dapat menahan rasa ngantuknya. Ken, bantu aku, jawab Erika lirih. Tiba-tiba Erika pingsang. Erika, halo ka....halo, ka kok kamu tidak jawab sih, Keenly terus-terusan memanggil Erika yang tidak mendengar panggilannya karena pingsan. Keenly pun langsung bangun dan buru-buru mengambil jaketnya yang masih gantung di lemari. Dengan terburu-buru sekali dia pun langsung mengambil kunci motor dan segera menuju ke kos Erika. Sesampai di kos Erika dia pun mengetuk pintunya dan Erika tetap saja tidak membuka pintunya. Dia terus-terusan memanggil nama gadis itu tetapi Erika tidak menjawabnya sedikit pun. Dia tiba-tiba ingat saat Erika memberikan dia sebuah kunci cadangan kamarnya. Dia langsung mengambil kuncil tersebut dari dalam dompetnya, dan langsung membuka pintu tersebut. Alhamdudillah, pintu nya terbuka, ucap Keenly senang bercampur rasa khawatir terjadi sesuatu pada kekasihnya. Ka....Erika, dia pun memanggil gadis tersebut dan langsung menuju ke kamarnya karena tidak ada yang menjawabnya. Ouuuuu....Keenly kaget melihat ke kasihnya tergeletak di lantai. Erika, ka....Keenly berusaha membangunkan gadis tersebut dan langsung mengangkatnya ke atas kasur. Keenly, panggil gadis itu dengan suaranya yang lirih. Ka, kamu sudah sadar, tanya Keenly. Ia Ken, kenapa kamu ada disini, Erika pun balik bertanya. Aku ke sini karena kamu tidak menjawab aku saat kamu menelvon minta bantuan sama aku, eh tau-taunya kamu pingsan. Kamu sakit, Keenly bertanya sambil mengelus rambut Erika. Nggak tau deh, ken. Tapi aku tiba-tiba merasa mual dan muntah dan kepala aku juga rasanya sakit sekali. Ya, udah kalau gitu kita ke puskesmas saja aku tidak mau kamu kenapa-kenapa, sambung Keenly. Tunggu dulu deh, hari ini emangnya tanggal berapa sih, tanya Erika yang kebinggungan sampe-sampe lupa tanggal berapa hari ini. Tanggal 24 Ka, emangnya kenapa, jawab Keenly kebinggungan. Ken, kalau begitu, aku telat 2 minggu dong, lanjut Erika lirih. Telat 2 minggu apa Ka, tanya Keenly penuh kebinggungan. Aku telat 2 minggu datang bulan Ken, jangan-jangan aku hamil, ucap Erika sambil melototkan matanya ke Keenly. Keenly pun langsung berdiri dan langsung mau pamit pulang. Ka, aku pulang dulu yah, kamu kan udah nggak apa-apa. Ken, kok kamu pulang sih, gimana kalau aku benaran hamil. Sekarang aku mau kita kamu ke apotik untuk beli tespack, ucap Erika sedikit kesal pada Keenly yang berusaha menghindari pembicaraan tentang Erika telat datang bulan. Ya, udah tunggu jam 8 yah, ini kan baru jam 4, mending kamu lanjut tidurnya, ucap Keenly sambil mendekatkan diri pada kekasihnya itu, dia pun memeluk tubuh mungil ke kasihnya itu. Ka, kamu tidak usah khawatir yah, aku selalu ada untuk kamu. Sekali pun kamu hamil aku pasti bertanggung jawab kok, kita tinggal ngomong sama keluarga kita kalau kita akan menikah, ucap Keenly penuh serius agar kekasihnya tidak merasa khawatir. Ken, kok kamu bisa pikir sampe kesana sih, jawab Erika sambil tersenyum karena merasa senang dan puas dengan jawaban dari kekasihnya yang benar-benar serius sama dia dia dan mau bertanggung jawab apa pun yang terjadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD