Bab 24

1041 Words

Bab 24 Dalam perjalanan pulang, tentu hal ini akan melelahkan. Jaraknya yang begitu jauh, pasti akan membuat kaki terasa pegal nantinya. Bukan masalah sebenarnya, karena ini memang kemauan Aurora sendiri. Beberapa kali Aurora berhenti untuk mengistirahatkan kakinya. Dia bersandar di bawah pohon menjauh dari sinar mata hari yang semakin meninggi. Ketika hendak kembali berjalan, Aurora mendekar suara mesin motor dari kejauhan. Semakin didengar, suara itu semakin dekat. Aurora melompat ke bibir jalan, lalu mencondongkan badan mengamati siapa yang akan muncul di balik jalanan yang tertutup pepohonan itu. "Peter?" Seketika Aurora membelalak dan berdiri tertegak lagi. Motor itu melaju terus hingga berhenti tepat di hadapan Aurora. Aurora yang heran, masih diam menatap Peter. "Kamu?" celetu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD