Menjadi seorang pesakitan merupakan hal terburuk bagi siapapun yang mengalaminya. Begitu pula dengan Arga. Dinginnya tembok tahanan kini menjadi temannya untuk melewati hari-hari yang entah kapan akan berakhir. Kian buruk ketika tak ada seorangpun kerabat yang sudi mengunjunginya. Keadaan ini semakin memperdalam rasa sesak dalam jiwanya. Namun, apalah arti sebuah penyesalan. Kini Arga hanya bisa berharap Hasna segera sadar dan memberikan kesaksian untuk bisa membebaskannya. "Saudara Arga, ada orang yang berkunjung." Suara seorang sipir tahanan memecah lamunan Arga. Pria itu segera berdiri, kemudian mendekat kearah pintu sel tahanan yang sedang dibuka oleh sipir tersebut. Tanpa banyak kata, Arga mengikuti langkah sipir itu menuju ruang kunjungan. Wajah kusut dan berantakan yang semula t

