BAB 38

1753 Words

Malam itu, kamar Raka dipenuhi senyap yang begitu tebal hingga rasanya bisa disentuh. Hanya suara napas Aruna yang masih tersendat-sendat dan suara detak jantung Raka yang berdentum keras—seperti dua orang yang baru saja selamat dari badai yang hampir menenggelamkan mereka hidup-hidup. Mereka masih duduk di lantai. Bahu Aruna bersandar di d**a Raka, tubuhnya masih bergetar kecil. Raka memeluknya erat, kedua tangan kuatnya membentuk lingkar pelindung di sekitar perempuan itu. Tidak ada kata-kata untuk beberapa menit, hanya tangis tipis Aruna yang sesekali pecah lagi tanpa ia sadar. Raka menunduk pelan, menatap puncak kepala Aruna yang masih basah air mata. Hatinya diremas perasaan yang rumit: takut, marah, bingung, tapi yang paling kuat—ingin melindungi Aruna dari apa pun, meski ia tahu i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD