“Yang Mulia Ratu!” Panggil Scarllet yang sudah menunggu ratu Amira keluar sedari tadi. Dia sudah tiba di istana pagi-pagi sekali. Dan menunggu ratu Amira di ruang tamu. Dia tidak mengindahkan etika istana sedikitpun. Wajahnya terlihat begitu gusar. “Letty? Ada apa pagi-pagi begini?” Tanya Ratu Amira. Meski sebenarnya sang Ratu sudah tahu apa alasan Scarllet ada disana. “Ratu, bukankah ini sudah keterlaluan? Manusia itu tidak hanya melanggar aturan istana tapi juga membuat klan kita bertempur dengan werewolves bawahan Rowena. Apalagi pangeran Edmund sampai terluka!! Ini sudah tidak bisa dibiarkan Ratu!” Kata Scarllet penuh emosi. Kelihatan sekali ketidaksukaannya pada Aphrodite. “Tenanglah dulu. Jangan terbawa emosi seperti itu.” Kata Ratu

