Tengah malam, Aphrodite mendobrak pintu kamarnya dengan sekali sentakan. Matanya bergerak liar. Dia dikuasai rasa haus yang sangat menyiksa. Taringnya memanjang sempurna. “Eve.. Tenanglah.” Edmund yang baru sadar kalau Aphrodite sedang kehausan langsung mengejarnya sekuat tenaga. Vampire baru selalu tidak bisa mengendalikan diri saat haus. Aphrodite sama sekali tidak memperdulikan kata–kata Edmund. Dia terus berlari mengikuti nalurinya. Memburu. Penciumannya yang tajam menuntunya menuju bau yang sangat lezat. Bau manusia. Aphrodite berhenti di depan kamar Ruly. Instingnya mengatakan ada makanan di dalam sana. “Eve hentikan. Aku akan mengambilkan makanan untukmu.” Edmund mencengkeram tangan Aphrodite mencoba menghentikannya. Na

