Ta tak yakin bagaimana Reda yang mengurusi hidupnya sendiri saja amburadul begitu, tetapi dia sangat serius menginginkan buah hati. Jika sekedar sebagai istri, Ta akui, Reda bisa dibilang telaten dan mampu melakukannya dengan sangat baik. Namun, jadi ibu tidak semudah itu. Reda menyeka air matanya. Hatinya terluka atas apa yang Ta katakan. “Kau tak apa misalnya aku program bayi tabung dengan asal … pemilik?” Ta jadi semakin bingung. Reda yang ia kenal memang belum reda dari kegilaan, tapi program bayi tabung lebih gila lagi. Ta tahu betapa menarik bagi Reda atraksi ranjang, wanita itu bisa kapan saja melakukannya kemudian hamil. Mengherankan sekali mengapa dia malah membicarakan bayi tabung yang notabene-nya perlu biaya besar dan proses rumit pun panjang. Hanya satu dugaan yang terlinta

