Lima Puluh Lima

1323 Words

Alysa menatap Ikfan yang duduk di sampingnya—di sisi depan ranjang—dengan lelaki itu terus menatap ponselnya yang sejak tadi ia mainkan, namun tidak dinyalakan. Sejak kepulangannya dari kedai, nampak Ikfan lebih banyak diam. Terbukti seperti malam ini, suaminya yang biasanya selalu menggoda atau bercerita dengannya, kini berubah menjadi lebih banyak diam dan membisu. Bahkan dapat Alysa lihat jelas, ada guratan kekhawatiran dari sorot mata lelaki itu. Entah apa yang saat ini sedang suaminya itu khawatirkan. "Abang kenapa?" Tanya Alysa lembut seraya menyentuh paha Ikfan yang bersentuhan dengan pahanya karena duduk bersebelahan. Ikfan menoleh Alysa, lalu tersenyum tipis kepada istri cantiknya itu. "Ngga papa ko," jawabnya yang juga lembut. Alysa menatap Ikfan dalam, mencari kesungguhan dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD