“Xaviera jangan menakut-nakuti!” tunjuk Noel dalam tubuh Xaviera itu seraya mendorong badan Xaviera sedikit menjauh. “Aku harus pakai pembalut khusus, karena kulitku sensitif, aku akan beli,” ujarnya seraya berdiri. “Hei jangan membuat malu! Biar bagaimana pun kamu memakai tubuhku! Suruh saja Sherlita!” geram Noel. Xaviera menggeleng, “kamu juga pasti butuh obat, karena rasanya sering sakit,” ucapnya. Noel menggeleng tak percaya, dia meringis lalu memegangi perutnya, “sepertinya,” ucapnya terbata, “dia keluar!” ujarnya. “Tunggu sebentar!” tukas Xaviera, dia berlari keluar dengan wajah sedikit panik. Darma yang berjaga di luar menatapnya khawatir. “Tuan, ada apa?” tanya Darma. “Temani aku ke minimarket sebentar, dan satu orang jaga sini!” ujar Xaviera. Darma ikut berjalan cepat bersam

