bc

Trapped in My Future Boss

book_age18+
36
FOLLOW
1K
READ
HE
opposites attract
boss
bxg
office/work place
musclebear
assistant
like
intro-logo
Blurb

Xaviera terbangun dari koma di tubuh pria asing. Pria itu tak pernah dikenal sebelumnya hingga seorang menyebutkan nama dan jabatannya. Ternyata dia adalah CEO dari perusahaan tempat seharusnya dia melamar kerja.

Seorang editor komik miskin tiba-tiba berubah menjadi penguasa perusahaan besar, dia harus berpura-pura menjadi seseorang yang tidak dia kenal, menyembunyikan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Namun, di tubuh yang salah dia justru menemukan cinta yang tidak seharusnya.

Ketika takdir memaksa mereka kembali, apakah cinta itu akan ikut bertukar? Atau ikut hilang?

chap-preview
Free preview
1. Bukan Tubuhku
Hal pertama yang kusadari setelah bangun dari koma adalah ... tubuh ini bukan milikku!  Pria itu terbangun di ranjang rumah sakit mewah, kasur empuk yang ada di bawah tubuhnya menjelaskan itu untuk pertama kali. Dia membuka mata dan merasa semua hal berbeda. Dia mengangkat tangannya, tidak! Tangan itu terlalu besar. Jari-jarinya panjang, dan tulang-tulangnya begitu tegas. Bukan tangan kurus dengan bekas kapalan yang selama ini menemaninya lembur mengedit komik atau menjadi kurir barang dan makanan. Dia mengangkatnya perlahan, napasnya tertahan seolah tangan itu bisa tiba-tiba menjelaskan apa yang terjadi. Tangan itu terpasang jarum infus, aroma obat sangat kuat, juga monitor detak jantung yang berbunyi perlahan. Dia menoleh mendapati cahaya langit sore yang berwarna keemasan dari jendela besar yang dia yakini itu adalah rumah sakit. “Dia sudah sadar. Akhirnya dia sadar.” “Panggil dokter!” “Ah kita selamat, bisa gila kalau dia meninggal!” Suara itu bergema berulang-ulang membuat pria itu menoleh kepalanya terasa begitu sakit, dia memegangnya dan merasakan perban membebat kepala itu. Beberapa dokter dan perawat berlarian ke dalam, menyenteri matanya membuatnya silau. “Tuan Noel, anda sudah sadar?” tanya salah satu dokter senior yang kepalanya hampir botak, rambutnya sudah berwarna putih dan kaca matanya melorot. “Tuan Noel siapa Noel?” pria itu menutup mulutnya. Suara siapa itu? Mengapa suaranya berat dan ... “kaca!” jeritnya memekik. Perawat mengeluarkan kaca kecil dari sakunya dan menyerahkannya. “AAAAHHHHHH SIAPA INI JELEK BANGET!!!!” jeritnya membuat semua orang menutup telinga. Pria itu terengah, tak mempercayai dirinya. “Suntik dengan obat penenang,” ujar salah satu dokter karena dia terus meronta. Dokter lainnya menyuntikkan obat penenang membuat pria itu lemas seketika dan hanya bisa menatap pilu. “Siapa aku? Mana ... mana tubuhku?” gumamnya. Sebelum tertidur dia mendengar suara samar sang dokter. “Sepertinya tuan Noel amnesia, tapi kami harap ini hanya sementara karena yayasan pasti akan dituntut olehnya,” ucap dokter itu. Para pria berjas hitam yang ada di sekitar ruangan itu hanya bisa menggeleng perih. Mereka saling tatap dan tak ada yang berwajah ceria. Semua murung, merasa bersalah. “Lalu gadis itu? Sudah sadar?” tanya salah satu ketua pengawal yang ada di sana. Bertubuh besar dengan otot tercetak di balik jasnya. “Belum, lukanya cukup parah, mungkin butuh waktu baginya untuk sadar,” jawab lainnya. Noel ... ah maksudnya tubuh Noel kembali tersadar setelah beberapa jam, kini dia tampak lebih tenang mencoba untuk duduk. Beberapa pria di ruangan itu membantunya, “air,” bisiknya. Salah satu pria memberikan air minum, Noel meneguk minuman itu. “Toilet,” ucapnya lagi. Mereka membantu membawa pria itu ke toilet, di dalam dia berdiri bersangga pada walk in closet memandang wajahnya. Seorang pria di balik cermin itu balik menatap ke arahnya. Rahang tegas, alis rapi, mata tajam yang terlihat tenang namun dingin, bibirnya gelap, dan dia memakai seragam khas rumah sakit, piyama berbahan satin. Dia menempelkan tangan ke wajah itu, dan pria di balik kaca melakukan hal yang sama. “Ini mimpi,” bisiknya cepat, “pasti mimpi!” dia mencoba mencubit pipinya namun rasa sakit menyergapnya. Telapak tangannya terasa nyata, detak jantungnya cepat dan kepanikan yang merayap cepat membuatnya tersadar bahwa ini nyata. Dia menunduk dan menelan salivanya membuat jakunnya turun naik, jakun yang sebelumnya tak ada, lalu dia menyentuh tubuh itu, matanya membesar ketika merasakan anggota tubuhnya berubah, dia memekik. “Ishhh apa ini!!” ucapnya putus asa, “menjijikan, bagaimana cara aku pipis?” gerutunya. Dia tak memiliki ini sebelumnya. Dia kemudian berjalan ke arah toilet dengan tertatih, kakinya diseret masih terasa sakit. Dia serba salah, hingga kemudian dia mencoba berpikir bagaimana cara buang air ala laki-laki? Dan dia berdiri, memegangi benda yang tak pernah disentuhnya seumur hidupnya. “Sadar Xaviera, nanti saat bangun kamu sadar,” ucapnya memejamkan mata, “ihhh jijik,” gumamnya lagi. Setelah itu dia keluar dari toilet, mendapati beberapa pria tadi menunggunya dengan wajah cemas. “Tuan Noel, anda baik-baik saja?” “Kamu siapa?” tanyanya balik. “Saya Darma, tuan benar-benar tak mengenal saya?” tanyanya. Pria itu menggeleng. “Lalu saya siapa?” tanyanya. Darma, pria yang berusia 40 tahunan itu membantu Noel berjalan dan duduk di sofa. “Saya akan jelaskan secara singkat,” ucapnya. Pria itu memandangnya dengan seksama, “Nama tuan itu Noel Rayi Devandra,” ucapnya membuat pria itu mengernyitkan kening dia seperti pernah mendengar nama itu, “usia tuan 30 tahun, tiga hari lalu seharusnya tuan menghadiri rapat penting pemegang saham, tapi tuan kecelakaan saat terburu memakai motor, lalu tuan koma.” “Pekerjaanku?” tanyanya. Darma tampak bingung, suara tuannya tidak pernah selembut ini. “Tuan adalah CEO perusahaan The Empress, yang saat ini dikuasai paman tuan, Juan.” “The Empress?” ulangnya, “jadi namaku Noel?” tanyanya lagi membuat semua yang ada di sana menganggukkan kepala. ‘Tapi namaku Xaviera, sebenarnya tubuh siapa ini? dan di mana tubuh asliku berada?’ bisiknya dalam hati, belum selesai dia bertanya, tiba-tiba pintu ruang rawat itu terbuka, seorang wanita cantik berpakaian seksi berlari dan menghambur memeluknya, mengecup pipinya membuat Xaviera dalam tubuh Noel itu menjauh. “Siapa kamu?” ujarnya mendorong pipi wanita itu. “Sayang! aku Olivia, tunangan kamu, kita akan menikah beberapa bulan lagi!” ujarnya geram. “Nyonya Olivia ... maaf tuan mengalami amnesia kecil,” ucap Darma. “Kamu amnesia, Sayang?” “Aku enggak kenal kamu dan tolong menjauh, parfummu buat aku mual!” ujarnya menutup mulut dan hidung. “S-sayang,” ujar Olivia, Xaviera mengedikkan dagu ke arah Darma yang mengangguk. “Tuan butuh istirahat,” ucapnya seraya meminta wanita itu keluar. “Sayang aku akan kembali lagi, ya kamu sembuh ya,” ucapnya seraya berjalan pelan ke luar, saat menatap Darma dia tampak sedikit takut, entah mengapa? Xaviera atau jiwa di tubuh Noel itu hanya mendesah pelan, kepalanya sangat sakit sekarang ini. Dia kemudian memutuskan kembali ke ranjang. Dia mengingat hal-hal terakhir yang dia lakukan sebelum kecelakaan. Xaviera Vania Meshka, 23 tahun. Wanita ceroboh, serampangan yang tinggal mengekost di kost tua milik seorang wanita tua yang tinggal bersama cucunya. Dia sudah tinggal di sana sejak lulus SMA dan kuliah sambil kerja. Alasannya karena dekat kampus, meski kosnya itu usang dan panas jika siang karena atapnya sangat rendah dan dia berada di lantai dua. Namun hanya kost itu yang murah, dengan kamar berukuran tiga kali tiga, kamar mandi luar. Dan free biaya listrik. Satu-satunya teman setianya adalah kucing pemilik ibu kost yang terkadang masuk ke kamarnya dan menemani dia saat mendapat deadline. Kini ... perusahaan komik tak pernah mempekerjakannya sejak ada teknologi yang membuatnya harus terpaksa mencari sumber pendapatan lain. Lima tahun bukan waktu yang mudah, darinya yang lebih sering berada di kamar, kini harus melamar kerja sana sini, dia tak memiliki pengalaman interview, belajar pun terasa kaku hingga beberapa bulan ini dia memilih menjadi kurir antar makanan atau barang dari aplikasi online. Beruntung ada penyewaan motor listrik yang disediakan aplikasi itu. Sejak kecil dia tinggal bersama ibunya, mengontrak di rumah petakan, namun dia merasakan nyaman. Akan tetapi saat SMP, ibunya mengidap penyakit yang merenggut nyawanya, dia hidup seorang diri dan terpaksa tinggal bersama saudara jauh ibunya. Keluarga itu tidak menampungnya cuma-cuma, dia dijadikan pembantu tanpa menggajinya, padahal sekolah pun gratis karena dia masuk sekolah negeri. Karena itu sejak SMA, dia mulai mencari uang dari freelance apa saja, hingga lulus SMA dia langsung angkat kaki, tidak kuat diperlakukan seperti sampah dengan keluarga itu. “Sebentar,” gumamnya pada diri sendiri, “pagi itu, aku jalan di trotoar kan? Atau hendak menyebrang?” bisiknya. Dia memejamkan mata, teringat di pagi itu dia bersiap berangkat untuk interview sebagai staff admin PT Empress, dia bisa melakukannya, dia yakin itu tak dibutuhkan pengalaman katanya hanya yang penting menguasai komputer. Dia bahkan bisa editing! Tapi pagi itu kucing bu kost tidak seperti biasanya, dia mengigiti kaki Xaviera, seolah melarangnya berangkat. Xaviera tetap berangkat, dengan baju terbaik yang dia miliki, kemeja putih salur dan celana panjang hitam. Flat shoes mahogany senada dengan tasnya. Dia terus berdoa sepanjang jalan, meminta pada Tuhan agar diberi kesempatan berubah. Maksudnya berubah nasibnya. Hingga sebuah motor menerobos lampu merah dan menabraknya hingga terpental. Dan ketika bangun ... dia sudah ada di ranjang rumah sakit mewah ini. Dia sangat penasaran di mana tubuhnya berada. Tapi ... sebentar! CEO? Dia CEO dari perusahaan yang akan menginterviewnya kan? Bukankah ini jawaban dari doanya, dia berubah. Dia bisa jadi orang kaya. sekilas senyumnya terkembang. Dia akan mencobanya. Siapa takut? Bukankah itu lebih baik dibanding tidur di kamar sempit berantakan yang dipenuhi bulu kucing dan juga sangat pengap. Dia tak perlu lagi berbagi kamar mandi kan? ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
52.1K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
5.8K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
36.4K
bc

Godaan Mesra Sang Duda

read
2.9K
bc

Desahan Sang Biduan

read
55.1K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
15.0K
bc

(Bukan) Dosen Idaman

read
8.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook