38. Ipodnya Hilang (2)

1305 Words

Keesokan paginya, Silvia melakukan rutinitas seperti biasanya. Namun dia merasa ada yang kurang pagi ini, mungkin untuk pagi yang seterusnya. Tidak ada lagi yang meneriaki Silvia untuk segera berangkat supaya tidak terjebak macet, tidak ada lagi yang memintanya untuk membuatkan kopi, tidak ada lagi yang memintanya memasak, tidak ada lagi yang menjadi imamnya saat solat Maghrib, Isya dan Subuh, tidak ada lagi yang mengomel jika Silvia salah mencampurkan bahan-bahan untuk memasak masakan Padang. Ah, Silvia merasa kehilangan abangnya. Tidak rela dia sebenarnya, tapi mau gimana lagi. Momen menyesakkan seperti ini pasti harus ia rasakan cepat atau lambat. Silvia berusaha untuk tegar meski air mata itu akhirnya tumpah juga. Tepat saat air mata mulai membanjiri pelupuk matanya, ponsel di atas m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD