Lima Puluh Empat

1005 Words

Bumi seolah berhenti berputar dan sejenak saja suara Bianca terus terngiang di telinga pria bertubuh tinggi yang kini terpaku tanpa mampu mengatakan sepatah katapun. Semuanya bagai sebuah mimpi dan dia tidak ingin bangun dari mimpi indahnya ini. Bianca--gadis yang awalnya bersikap dingin padanya--kini mengatakan jika dia merindukan dirinya. Bukan hanya merindu, tapi gadis itu-pun memeluknya di depan umum tanpa rasa malu sekalipun. Berulang kali Dylan mengerjapkan matanya, memastikan jika semua ini memang bukan mimpi, tapi sesuatu yang nyata--buah dari kesabarannya. Dan dia tersasar jika semuanya nyata saat Bianca melepaskan pelukannya dan memasang wajah sedih serta kecewa yang teramat dalam. "Kamu tidak merindukanku?" tanyanya polos. "Tentu saja aku juga merindukanmu, Bi," ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD