Sepanjang jalan menuju caffe Dylan, Bianca hanya diam seribu bahasa seolah pria yang duduk di bangku kemudia dan perempuan yang duduk di kursi penumpang depan adalah orang lain. Hubungan di antara mereka memang belum sepenuhnya mencair, masih ada jarak yang begitu besar yang membuat kekakuan masih sering menghampiri mereka. Berulang kali Ibu Hanggono mencoba membuka mulut untuk berbincang-bincang, tapi entah kenapa lidahnya terasa begitu kelu hingga tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. "Pa, Bia ingin ice cream," kata Bianca saat mobil yang dikendarai oleh Pak Hanggono melewati seorang pejual ice cream yang sedang di kelilingi anak-anak. "Sebentar Papa pinggirkan dulu mobilnya," kata Pak Hanggono sambil memelankan laju mobilnya hingga akhirnya berhenti, "Biar Papa

