Dylan dan Mbak Inah duduk terdiam memerhatikan dokter yang belum juga membuka bibirnya untuk memberitahukan keadaan Bianca yang sesungguhnya. Debar jantung mereka berdetak dengan begitu kencang yang berbanding terbalik dengan hembusan napas keduanya. Ya, keadaan Bianca dan penjelasan yang tak kuncung keluar dari bibir Sang dokter memaksa mereka untuk menahan napas hingga dokter mengatakan semuanya secara jujur dan tak ada lagi yang disembunyikan. "Saya sudah mengkonsultasikan keadaan Bianca pada seorang psikolog, dia adalah Ardian. Mungkin nanti dia akan datang untuk observasi keadaannya," kata dokter yang akhirnya membuka bibirnya serta mengatakan satu kabar baik di mana Bianca sudah akan di tangani oleh seorang psikolog. Tapi hal itu tidak lantas membuat Dylan dan Mbak Ina

