BAB 30. PERMAINAN TERAKHIR DI BALIK BAYANG-BAYANG

1261 Words

Matahari baru saja merangkak naik di atas langit Jakarta, memantulkan cahaya keemasan pada fasad kaca Hotel Pratama Grand yang megah. Namun, di dalam lobi utama, suasananya jauh lebih dingin daripada udara pagi yang menusuk. Lobi itu telah disulap menjadi sebuah panggung sandiwara korporat yang sangat kolosal. Karpet merah dibentangkan, deretan kursi VIP diisi oleh para pemegang saham, dan di tengah-tengahnya, berdiri sebuah podium kayu jati dengan lambang hotel yang dipoles mengkilap. Angeline (Supervisor) berdiri di sisi panggung, mengenakan blazer formal berwarna putih tulang yang memberikan kesan suci dan jujur—sebuah topeng yang ia pilih dengan sangat teliti. Ia berkali-kali memeriksa jam tangannya, matanya yang tajam menyapu setiap sudut ruangan. Meskipun ia merasa sudah menang, sis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD