Chapter 21

978 Words

Hana meremas tangannya dengan gugup, dia sudah beberapa kali mengganti posisi tidur, namun tidak satupun yang membuatnya nyaman. Mata Hana tertutup rapat. Telinganya mendengar suara air di kamar mandi. “Kenapa lama sekali,” gumamnya, masih dengan mata tertutup. Lalu tidak lama kemudian, terdengar suara kamar mandi yang terbuka. Suara langkah Justin terdengar menuju ranjang, sampai Hana merasakan ranjang yang tengah ditidurinya bergerak. Justin tengah mengusap rambutnya yang basah dengan handuk putih. Dia mencondongkan badannya ke tengah ranjang, lalu mencium kening Hana lama. “Have a nice dream, Sweetheart.” Namun ketika Justin hendak menjauh, kedua mata Hana terbuka lebar. Justin sedikit terkejut diikuti dengan kekehannya. “Kukira kau sudah tertidur,” katanya sambil meletakkan handu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD