Epilog

714 Words

SORE yang indah di temani bunyi kicauan burung camar di tepi pantai. Mendengar bunyi ombak yang saling membentur, menikmati tiupan angin yang sepoi-sepoi, semua sangat menyenangkan, apalagi saat bersama orang yang paling gue sayang, dia istri gue. Cewek bisu yang gue nikahi karena taruhan. Siapa yang sangka kalau taruhan konyol itu ternyata bagian dari takdir indah yang di tuliskan oleh semesta? Di saat dia tengah berlarian di tepi pantai, gue cuma duduk di pasir buat nyimak dia. Lucu banget, dia pengen banget main air katanya, tapi begitu ada ombak kecil yang membawa air ke dekat kakinya, dia malah lari ketawa ke arah gue. Senja sore dengan matahari yang mulai tenggelam membuat istri gue terlihat jauh lebih cantik.  Sudah tiga tahun kami menikah, namun rasa cinta gue makin besar

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD