Chapter 25

1067 Words

Lidahku menjadi kelu, sesaat otakku seperti berhenti beroperasi. Kuambil kembali ponselku dan menolak panggilan tersebut, dan mematikan datanya. Perasaanku menjadi bimbang, namun aku tak terlalu paham alasannya. Melihat ekspresi wajah Aro, aku menjadi takut. Di tambah lagi saat ini aku sedang tidak berada di kawasanku sendiri. Ingin rasanya aku lenyap saja. “Padahal aku gak ngelarang kamu nerima telpon itu,” ujar Aro. “Aku gak mau nambah masalah,” gumamku sambil tertunduk. “Kenapa? Kan kamu udah gak ada perasaan apa-apa sama dia,” ujar Aro lagi. Secara alami aku mulai menceritakan titik masalahku dengan sepasang kekasih yang menyebalkan itu—dan katanya sudah putus juga. Agar tak salah paham, aku menceritakan kembali garis besar latar belakang dari masalah ini, sampai pada Kak Arga yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD