Chapter 42

561 Words

Pengalaman menonton pertama kali bersama dengan Aro benar-benar menyenangkan. Tak hanya menjadi pacar sebagai status, tapi ia juga bisa menjadi teman yang asik dalam bermacam keadaan. Kini kami sudah sampai di depan kosanku, sengaja kami tidak pulang terlalu larut karena besok ada kuliah pagi. “Yakin mau masuk sekarang?” tanya Aro yang tampaknya tak ikhlas kebersamaan hari ini berakhir. “Udah sampe sini juga, memang mau ngapain lagi?” tanyaku. Dia menatapku tanpa bisa kumengerti apa yang sedang ia pikirkan. Tak lama kemudian ia tersenyum tipis dan menghela napas pelan. “Makasih banyak, ya!” ucapnya. “Makasih buat apa? Seharusnya aku yang makasih karena udah dianter sampe rumah.” Dia justru tertawa kecil, manis sekali. “Aku makasih banget, kamu udah banyak berubah. Dari kamu yang bener

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD