Bab 14

1089 Words

"Nenek tadi bilang—" "Kita sudah sampai, Nak." Eh? Aku melongo mendengarnya. Belum juga Angga berbicara sesuatu. Rumah di sini seperti rumah panggung, tapi terlihat lebih tua, sepertinya rapuh juga. Aku menatap sekeliling, tidak ada yang menarik. "Kalian betul mau ke rumah Pia?" Aku mengangguk. Jelas saja. "Ayo." Nenek ini tahu di mana rumah Pia? Berarti itu berita bagus sekali. Kami tidak perlu mencari tahu sendiri. Kami kembali berjalan. Sejak tadi, Angga terus melirikku. Dia ingin mengatakan sesuatu. "Nah, ini, Nak." "Ini rumah Pia, Nek?" tanyaku sambil menatap rumah itu. Terlihat sudah rapuh sekali rumahnya. Aku menatap dari sisi samping juga. Seperti mau ambruk. "Bukan. Ini rumah Nenek, Nak. Mari, masuk." Eh? Kenapa kami malah ke rumah Nenek ini? Bukankah kami mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD