"Gimana mau bilang, kamu aja gak bisa dihubungi terus. Berulang-ulang kayak gitu. Salah sendiri." "Kok jadi nyalahin aku? Awas aja kalau sampai terjadi sesuatu sama hidup kita." "Aku gak mungkin gak ngikutin kemauan Nay. Kalau dia curiga gimana?" Aku semakin penasaran. Apa yang Mas Fahri dan Putri sembunyikan dariku? Apakah sesuatu itu fatal? "Jangan sampai kamu kayak gitu lagi." Mas Fahri beranjak. Buru-buru aku bersembunyi. Suamiku itu masuk ke dalam. Entah kemana sekarang. "Pasti sesuatu ini besar. Mas Fahri mengincar apa, ya?" *** "Pokoknya, sekali lagi kamu pergi, apalagi menyelidiki soal anak itu, aku bakalan marah. Kamu gak patuh banget sama perkataanku." "Iya, Mas." Aku menghela napas pelan. "Ingat, Nay. Aku suami kamu. Kamu gak boleh pergi tanpa persetujuan dari aku.

