"Eh? Mana ada mirip sama aku." "Serius, Put. Coba, deh." Aku berusaha menyamakan foto itu dengan wajah Putri, tapi dia terus-terusan mengelak. Memang benar, foto itu terlihat lebih kusam, agak buram juga. Kurang terlihat wajahnya. Tapi aku yakin. Itu Mas Fahri dan Putri. Saat aku membalik foto itu, ada tanggal di sana. Beberapa tahun yang lalu. Hm. Aku yakin sekali, ini pasti ada hubungannya dengan Putri dan Mas Fahri. "Kamu pegang ini, Ngga. Biar Bibi yang baca duluan." "Oke, Bi." Angga memberikan buku harian itu padaku. Sedangkan aku memberikan fotonya pada Angga. "Coba aku lihat fotonya." Putri membuka suara. Aku dan Angga saling bertatapan. Akhirnya, Angga menggelengkan kepala. Dia sejak awal sudah merasa curiga dengan Putri. Baiklah. Aku mendukung keputusan Angga. Ba

