Petunjuk dari Pia

1178 Words

"Pia cucu Nenek?" tanya Angga terkejut. "Iya. Pia, sahabat Zifa. Dia yang memegang rahasia Zifa." Ini benar-benar kabar gembira. Aku mengambil foto yang ada di tangan Angga. Berusaha mengingat wajah remaja yang mengobrol denganku tadi. "Jadi, Nak. Serius kamu bertemu dengan Pia tadi? Di sana?" "Iya, Nek." Aku mengalihkan pandangan. "Tadi Pia bilang—" "Nay, kamu udah hubungi Fahri belum? Dia nelponin aku, nanyain kamu terus." Kami menoleh ke pintu. Ada Putri di sana. Dia menatap kami. Buru-buru aku mendekati Putri, mengambil ponsel yang diberikannya. Padahal, aku sudah mematikan ponsel, agar Mas Fahri tidak bertanya yang aneh-aneh. Kalau menurutku, menghubungi Mas Fahri hanya ketika waktu luang saja. Aduh, jangan sampai Putri bilang yang tidak-tidak. "Masih terhubung itu." Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD