Alisya mengerjap ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya, dia memandang ke sekelilingnya dengan alis berkerut tapi tidak lama karena dia ingat tempat dia berada sekarang di mana, di kantornya Alexcio..
Alisya melihat ke arah sampingnya, Alexcio masih nampak nyenyak tidur dengan masih memeluk dirinya.. Kedua sudut bibir Alisya terangkat membentuk senyuman melihat Alexcio yang tertidur dengan pulasnya..
Dengan perlahan Alisya menjulurkan tangannya menyentuh wajah Alexcio.. Rasa panas masih Alisya rasakan di pipi Alexcio..
Sentuhan tangannya di wajah Alexcio nampak membuat Alexcio lebih nyenyak tertidur..
"Cepat sembuh sayang" Bisik Alisya..
Melihat Alexcio dengan jarak sedekat ini membuat dirinya dapat mengobati rasa rindunya pada Alexcio selama mereka LDRan..
Sekitar lima belas menit Alisya hanya menatap wajah Alexcio yang masih tertidur tanpa melakukan apa apa. Hingga dia melihat kedua mata Alexcio mulai mengerjab ngerjab menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya..
Hal pertama yang Alexcio lihat saat dia membuka matanya adalah senyuman dari Alisya. Alexcio hanya melihat senyuman Alisya dan memejamkan matanya. Kepalanya terasa pusing.
"Gimana masih ada yang sakit?" Tanya Alisya
"Dingin Sya, sama kepala aku pusing" Ucap Alexcio dengan suara lemah.
Mendengar ucapan Alexcio, Alisya langsung melepaskan pelukan Alexcio padanya dan segera bangkit dari tempat tidur.. Alisya merapatkan selimut yang di pakai oleh Alexcio sampai sebatas d**a.
"Kita ke rumah sakit aja ya?" Tawar Alisya, dia menduduk kan dirinya di pinggiran kasur dan mengusap ngusap kepala Alexcio.
"Nggak mau" Tolak Alexcio
"Tapi kamu masih sakit Alexcio, kita ke rumah sakit ya" Tawar Alisya sekali lagi berharap pacar keras kepalanya ini mau mendengarkannya
"Nggak mau Alisya" Ucap Alexcio sebelum akhirnya dia terbatuk batuk
"Tuhkan, aku udah bilang kita ke rumah sakit aja." Ucap Alisya dengan nada khawatir karena Alexcio terbatuk batuk di tambah dengan tubuh yang kehilatan menggigil..
"Udah aku nggak papa kok" Ucap Alexcio dengan nada rendah
"Tapi Lex, aku takut kamu kenapa napa" Ucap Alisya..
"Yaudah, kita ke rumah aku aja" Putus Alexcio masih meringis karena menggigil dan kepalanya terasa pusing membuat dirinya terlihat lemah di hadapan Alisya sekarang..
Bagi Alexcio apa pun kondisinya, dia tidak mau terlihat lemah di mata Alisya.
Alisya menghela nafas pasrah dengan kemauan Alexcio, pacarnya ini memang keras kepala.
"Yaudah, tunggu aku nelfon Anna dulu buat nyuruh bodyguard kamu datang buat memapah kamu ke bawa" Ucap Alisya dan mulai mendial nomor Anna bodyguardnya
"Aku bisa sendiri, nggak usah nelfon mereka Sya" Ucap Alexcio menolak dengan suara seraknya
"Udah kamu diam aja, nggak usah keras kepala jadi cowo" Ucap Alisya..
"Halo Anna"
"Iya nona ada yang bisa saya bantu?"
"Tolong beritahukan 2 bodyguardnya Alexcio buat datang ke ruangannya sekarang"
"Baik nona"
Alisya memutuskan sambungannya dan menatap Alexcio yang memejamkan matanya dengan tubuh yang menggigil.. Alisya mengusap keringat yang berada di pelipis Alexcio..
"Lex untuk sekarang kamu harus nurut sama aku, kamu lagi sakit jadi aku mohon jangan keras kepala ya?" Ucap Alisya dengan lembut..
"Hmm" Gumam Alexcio
Beberapa menit kemudian Bodyguard Alexcio datang menghampiri mereka.. Karena tidak mau membuang buang waktu, Alisya langsung menyuruh kedua bodyguard itu untuk memapah Alexcio..
Karena tubuhnya terasa lemah, Alexcio hanya bisa pasrah saja saat di papah untuk keluar dari ruangannnya..
***
Mereka telah berada di rumah Alexcio. Delina ibu Alexcio di buat terkejut saat membuka pintu rumahnya dan melihat kondisi putra sulungnya dengan keadaan lemah. Tanpa banyak berkata lagi Delina langsung menyuruh dua bodyguard yang memapah Alexcio untuk membawa Alexcio ke atas..
Di ikuti oleh dirinya dan Alisya.. Karena rasa khawatirnya Delina langsung mendial nomor Ryan, dokter di keluarga mereka..
Tidak berapa lama kemudian dokter Ryan langsung datang, dia langsung memeriksa Alexcio kembali seperti waktu di kantor tadi..
"Pak Alexcio hanya demam biasa, mungkin karena kebanyakan berpikir dan kurang memperhatikan kesehatannya hingga dia demam seperti ini. Ibu Delina tenang aja karena Anak ibu baik baik saja" Perjelas dokter Ryan pada Delina..
"Terima kasih Ryan"
"Sama sama bu, ini sudah menjadi tugas saya selama menjadi dokter pribadi keluarga anda" Ucap Ryan dengan sopan
"Baiklah"
"Kalau begitu, saya pamit untuk kembali ke rumah sakit"
"Yaudah mari saya antar sampai depan" Ucap Delina, tapi sebelum dia akan mengantar Dokter Ryan sampai depan rumah. Delina menatap Alisya yang hanya diam sedari tadi tanpa melepaskan pandangannya dari Alexcio
"Alisya kamu di sini dulu sama Alexcio ya" Ucap Delina dan di angguki oleh Alisya.
Setelah kepergian Delina, Alisya menduduk kan dirinya di samping kasur Alexcio.. Dia menatap wajah Alexcio yang pucat dengan raut wajah sedih..
"Cepat sembuh ya my prince, aku nggak suka liat kamu sakit kayak gini"
Alisya mengusap lembut rambut Alexcio..
"Sya" Ucap Alexcio dengan suara pelan.
"Eh maaf Lex, kamu ke bangun ya gara gara aku ngusap rambut kamu" Ucap Alisya merasa bersalah
"Kamu nggak salah, aku emang ke bangun sendiri kok. Kamu nggak pulang?"
"Nggak, aku mau jagain kamu" Ucap Alisya yang membuat Alexcio tersenyum karena Alisya ingin merawatnya. Tapi bukan berarti Alisya harus menginap di sini dan membuat kedua orangtuanya khawatir..
"Kamu pulang aja ya, ini udah malam lho. Nanti orangtua kamu nyariin kamu"
"Tapi Lex, aku kan mau jagain kamu. Waktu aku sakit kamu selalu jagain aku masa aku nggak boleh sih" Cemberut Alisya
"Kamu bisa datang lagi besok, tapi sekarang kamu pulang ya"
"Nggak mau" Ucap Alisya masih kekuh dengan pendiriannya
"Kamu pulang ya, nanti kamu ikutan sakit kalau ngerawat aku"
"Aku nggak bakal sakit kok Lex, kamu tenang aja"
Alexcio tidak lagi menjawab perkataan Alisya, dia lebih memilih memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya..
Alisya yang melihat Alexcio memejamkan matanya seperti menahan sakit, jadi merasa bersalah..
"Kamu kenapa, apa yang sakit?" Tanya Alisya dengan nada khawatir
"Yaudah kamu tidur aja, kan tadi kata dokter kamu nggak boleh banyak pikiran"
"Tapi kamu jangan kemana mana ya" Ucap Alexcio dengan suara serak. Aneh memang tadi dia menyuruh Alisya untuk pulang, tapi sekarang dia melarang Alisya agar tidak kemana kemana..
"Iya, aku nggak akan kemana mana kok. Sekarang kamu tidur nggak usah banyak bicara lagi"
Alisya merapatkan selimut Alexcio, yang sedikit melorot kebawa.
"Janji ya?"
"Iya aku janji"
Alisya mencium kening Alexcio singkat..
"Udah sekarang tidur, nggak usah banyak bicara lagi. Nanti sembuhnya lama lagi" Ucap Alisya.. Alexcio hanya menjawab dengan gumaman saja dan mulai menutup mata sayunya..