7. Alexcio & Alisya

2258 Words
Di dalam kamar Alexcio, Alisya nampak duduk di pinggir kasur, dia menyandarkan dirinya di kepala tempat tidur.. Tangannya yang sebelah kiri dia gunakan untuk mengusap kepala Alexcio dengan lembut, sedangkan tangan sebelah kanan di genggam oleh Alexcio yang sedang tertidur.. Jadi tadi sewaktu Alisya menyuruh Alexcio untuk tidur, memang Alexcio menurutinya. Tapi itu hanya berselang satu menit, karena Alexcio langsung membuka matanya lagi dan meminta Alisya untuk mengusap kepalanya agar dia bisa tertidur, dan satu tangan Alisya harus dia genggam agar Alisya tidak akan kemana mana.. Alisya tidak bisa menolak permintaan dari Alexcio, karena dirinya sudah berjanji jika dia akan menuruti semua permintaan Alexcio selama sakit.. Suara pintu yang terbuka membuat Alisya menatap ke arah pintu di depannya. Tampak sosok Delina ibu Alexcio yang masuk ke dalam dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur, segelas air putih, dan obat.. Karena merasa tidak enak pada Delina, karena posisinya dan Alexcio terlalu berdekatan. Dia memilih untuk berdiri dari duduknya dan melepaskan genggam Alexcio pada tangannya.. Tapi saat baru saja dia akan melepaskan tangan Alexcio, suara Alexcio sudah lebih dulu menghentikan aksinya "Jangan pergi Sya, jangan tinggalin aku sendiri" gumam Alexcio masih dalam keadaan tidur.. Delina yang sudah menaruh nampan di atas nakas, tersenyum ke arah Alisya yang nampak salah tingkah. Dirinya memang sudah tau jika Alexcio akan begitu ketika sakit. Karena sebelum kehadiran Alisya, dirinya yang selalu tidak bisa kemana mana karena Alexcio merengek tidak mau makan dan minum obat jika Delina meninggalkan dirinya di kamar. Tapi sekarang Alisya lah yang tidak bisa kemana mana.. "Maaf ya tante, aku nggak maksud bersikap tidak sopan." ucap Alisya, merasa tidak enak hati. Karena posisinya yang masih duduk di pinggir kasur dan tangan yang masih di genggam oleh Alexcio "Udah nggak papa Sya, kamu kayak sama siapa aja sih" ucap Delina dengan senyuman yang masih terpatri di kedua sudut bibirnya.. "Iya tante, maaf ya aku nggak bisa bantuin tante tadi, buat buburnya Alexcio" Ucap Alisya, merasa tak enak.. "Iya nggak papa kok Sya, lagian kamu nggak bisa bantuin tante, gara gara Alexcio juga" Ucap Delina mengerti dengan keadaan. Tapi dia merasa senang melihat kedekatan Alexcio dan Alisya. Dia sangat setuju jika Alexcio dan Alisya akan langsung menikah secepatnya, karena selama Alexcio di jerman dia sudah lebih dekat dengan Alisya dan dia rasa kalau Alisya lah yang terbaik untuk Alexcio Jadi semenjak Alexcio ke jerman, Alisya hampir selalu datang ke rumah Alexcio. Sebenarnya kalau saja bukan Delina yang memaksa dirinya untuk ke rumah setelah pulang sekolah dia tidak akan datang ke rumah Alexcio. Tapi karena dia merasa tidak enak hati untuk menolak ajakan dari Delina, akhirnya dia mendatangi rumah Alexcio.. Setiap Alisya akan datang ke rumah Alexcio, dia di sambut hangat oleh Delina. Mereka selalu bercerita tentang banyak hal, bahkan sampai memasak bersama, Alisya yang awalnya tidak tau apa apa tentang dunia dapur, menjadi tau semenjak dia selalu datang ke rumah Alexcio dan memasak bersama Delina.. Alisya juga sudah di ceritakan mengenai masa lalu Alexcio, dan dia hanya menerima saja toh itu hanya masa lalu, dan semua orang pastinya mempunyai masa lalu. Dan perihal dia sudah tau memasak masih di sembunyikan oleh Alisya, dia takut jika Alexcio akan marah padanya karena sudah menyentuh dunia dapur.. "Tapi kan tetap aja tante, Alisya jadi nggak enak jadinya" Ucap Alisya "Udah nggak papa, yaudah sekarang tante mau ke bawa dulu, kamu bangunin Alexcio terus suruh dia makan" Ucap Delina, dan segera keluar dari kamarnya Alexcio.. Setelah kepergian Delina, Alisya mulai membangunkan Alexcio.. "Alexcio" Alisya menepuk nepuk pelan pipi Alexcio "Lex" "Al" "Alex" "Sayang" Setelah memanggil Alexcio dengan sebutan sayang, Alexcio mulai bergumam. Alisya hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya, ini pasti hanya akal akalan dari Alexcio saja yang menginginkan dirinya memanggil dia sayang.. "Sayang bangun dong" Ucap Alisya lagi tak lupa embel embel sayang dia ikut sertakan, agar Alexcio mau bangun.. "Hmm" Gumam Alexcio, dia mulai mengerjab ngerjabkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Setelah dia sudah dapat menyesuaikan cahaya yang masuk, dia melihat Alisya yang tersenyum pada dirinya. Alexcio melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Alisya dan beralih menyentuh wajah Alisya.. "Aku kira kamu pergi ninggalin aku" Ucap Alexcio dengan suara seraknya Alisya kembali tersenyum "Kenapa kamu berpikiran begitu Hmm?" Tanya Alisya, dia menggenggam tangan Alexcio yang menyentuh wajahnya.. "Tadi aku bermimpi, kamu ingin ninggalin aku, dan aku nggak mau sampe itu terjadi" Ucap Alexcio "Aku nggak akan ninggalin kamu kok, kan aku udah janji nggak akan kemana mana" Ucap Alisya "Yaudah sekarang kamu makan ya?" "Tapi suapin ya" ucap Alexcio dengan manjanya.. "Iya nanti aku suapin, tapi sekarang aku bantuin kamu duduk dulu ya, baru kita makan" ucap Alisya "Hmm" Setelah membantu Alexcio untuk duduk, Alisya mengambil semangkuk bubur yang masih hangat dan mulai menyuapi Alexcio.. "Kamu makan yang banyak ya, biar cepat sembuh" ucap Alisya dengan perhatian "Iya aku bakal makan banyak, tapi kamu harus setuju sama syarat yang aku buat, gimana?" "Iya aku setuju, asalkan jangan yang aneh aneh. Kan aku udah janji sama kamu, aku akan nurutin apa aja kemauan kamu selama sakit" Alexcio tersenyum, dia akan memanfaatkan kesempatan yang ada ini.. "Pertama kamu harus panggil aku dengan embel embel sayang, alasannya karena aku udah lama nggak dengar sebutan itu dari kamu. Yang kedua, kamu harus nyuapin aku setiap mau makan. Yang ketiga, kamu harus nginap di rumah aku. Yang keempat, kamu nggak boleh kemana mana" "Syaratnya banyak amat Lex" Protes Alisya "Yaudah kalo nggak mau nurutin, aku nggak mau makan. Jangan suruh aku makan, aku nggak mau." ucap Alexcio, dia memalingkan wajahnya menghadap ke arah lain dan tangannya yang dia lipat di d**a serta bibir yang di majukan. Membuat Alisya jadi gemas sendiri dengan tingkah Alexcio yang sedang merajuk.. "Yaudah iya iya aku bakal nurutin kemauan kamu" ucap Alexcio pasrah saja dengan kemauan Alexcio, nanti dia akan memberitahukan ibunya setelah selesai menyuapi Alexcio bubur kalo dia akan menginap.. "Yang bener" Tanya Alexcio dengan mata berbinar senang "Hmm" "Makasih sayang" ucap Alexcio tersenyum ke arah Alisya DRT DRT DRT Getaran ponsel membuat Alisya cepat cepat mengambil ponselnya.. "Bentar ya aku terima angkat telfon dulu ya?" ucap Alisya dan tampa meminta persetujuan dari Alexcio, dia segera berjalan keluar dari kamar Alexcio.. Alexcio yang di tinggalkan oleh Alisya karena menerima telfon, mendengus kesal.. "Siapa sih yang nelfon. Ganggu aja, lagian kenapa juga Alisya harus nerima telfonnya jauh dari gue. Apa itu selingkuhan dia lagi? Awas aja gue nggak bakal biarin dia hidup tenang" ucap Alexcio dengan pikiran berkecambuk.. Sedangkan Alisya yang berada di depan kamar Alexcio, sedang bernegoisasi dengan ibunya.. "Mom please, kali ini aja." "Nggak boleh Alisya, ingat kamu itu anak perempuan jadi nggak baik kalo kamu nginap di rumah Alexcio" "Mom, Alisya nggak bakal nginap kalo bukan karena Alexcio lagi sakit. Tapi sekarang dia lagi sakit, dan dia nggak mau aku kemana mana. Kalo Alisya pulang dia nggak mau makan sama minum obat, aku jadi nggak enak sama mamanya Alexcio, dulu waktu Alisya sakit Alexcio selalu jagain Alisya, jadi sekarang Alisya harus berbuat sebaliknya. Alisya janji nggak akan berbuat yang aneh aneh" Terdengar helaan nafas dari Aulia ibunya Alisya "Yaudah deh, ingat nggak boleh ngelakuin yang aneh aneh. Mommy nggak mau dapat cucu sebelum kamu menikah" Peringat Aulia "Iya mommy, yaudah Alisya tutup ya." Setelah selesai bertelfonan dengan ibunya, Alisya kembali masuk ke dalam kamar Alexcio.. "Tadi siapa? Kenapa angkat telfonnya harus di luar? Kenapa nggak di sini aja? Itu telfon dari selingkuhan kamu ya?" Tanya Alexcio dengan nada ketus "Dari mommy aku Lex" Ucap Aliysa, dia berjalan mendekati Alexcio.. "Kalo itu mommy kamu, kenapa nerima telfonnya harus di luar kenapa nggak di sini aja?" Alisya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. "Itu tadi aku minta ijin sama mommy aku buat nginap di sini. Mommy aku itu susah di mintain ijin kalo aku mau nginap di rumah orang, jadi ya aku harus keluar buat bujuk mommy biar ijinin" "Aku nggak percaya!" ucap Alexcio menghadap ke arah lain.. "Astaga Lex, kamu cemburuan banget sih" "Emang salah kalo aku cemburu?" "Ya enggaklah, tapi yang wajar dong cemburunya. Masa sama mommy aku, kamu cemburu sih" "Emang ada bukti kalo yang nelfon kamu tadi itu mommy kamu?" Tanya Alexcio "Ada, kamu cek aja list panggilan aku barusan" Alisya menyodorkan ponselnya pada Alexcio. Dengan ogah ogahan Alexcio menerima ponsel Alisya. Dia langsung membuka aplikasi telepon dan melihat nama 'Mommy' yang paling atas di list panggilan. Dan terlihat jelas waktu dan tanggal panggilannya hari ini. Dia langsung mengembalikan ponsel Alisya.. "Gimana?" Hening "Kamu belum percaya sama aku?" Tanya Alisya memastikan "Udah nggak" Ucap Alexcio dengan wajah datar.. Alisya menghelas nafas "Aku minta maaf karena angkat telfonnya di luar. Janji deh aku nggak ngulangin lagi" bujuk Alisya "Sayang, maafin aku dong" ucap Alisya masih mencoba membujuk Alexcio yang masih merajuk.. CUP Alisya mencium pipi Alexcio sebelah kanan, tapi usahanya masih gagal.. "Astaga gue harus apa dong? Binggung gue mau gimana lagi, biasanya kalo udah di cium di pipi langsung mempan" batin Alisya CUP CUP CUP CUP CUP CUP Karena binggung harus berbuat apa, Alisya langsung membanjiri wajah Alexcio dengan ciuman. Mulai dari mata, hidung, pipi, dahi dan yang terakhir dagu. Tapi masih belum mempan juga.. "Kalo kayak gini terus, lama lama adeek capek" sekali lagi Alisya membatin.. CUP Alisya mencium bibir Alexcio singkat, karena hanya itulah harapan terakhirnya agar Alexcio tidak merajuk. Mungkin kalo Alexcio tidak dalam keadaan sakit, Alisya akan membiarkan saja Alexcio merajuk. Karena dia tau Alexcio tidak akan tahan lama merajuk pada dirinya "Gitu kek dari tadi yaang" ucap Alexcio dengan senyum yang merekah "Ah kamu nyari kesempatan dalam kesempitan" Sebal Alisya Alexcio terkekeh "Iya maaf sayang, tapi makasih lho buat 8 kissnya" Blush Wajah blushingnya Alisya, sama sekali tidak bisa dia sembunyikan. Perbuatan nekatnya mencium seluruh wajah Alexcio membuat dirinya malu.. "Gemes deh kalo liat kamu lagi blushing gini" ucap Alexcio "Udah ah, sekarang makan biar cepat sembuh terus kembali kerja lagi" ucap Alisya "Iya iya aku makan, biar bisa ngumpulin uang buat nikahin kamu tanpa di biayai sama orangtua" ucap Alexcio bermaksud menggoda Aliysa "Ih Alexcio" "Iya deh iya" Alisya mulai menyuapi kembali bubur yang belum habis di makan oleh Alexcio tadi, cuma karena masalah sepele.. *** Saat ini Alexcio dan Alisya sedang bersantai sambil menonton televisi yang ada di kamar Alexcio.. Mereka berdua bersandar di kepala tempat tidur... "Yaang" Panggil Alexcio pada Alisya yang fokus menonton "Hmm" Gumam Alisya "Makasih" Ucap Alexcio membuat Alisya menghadapkan kepalanya berhadapan dengan Alexcio yang hanya berjarak beberapa centi saja dengan dirinya.. "Makasih buat apa?" Binggung Alisya "Makasih udah rawat aku" "Kamu nggak usah bilang makasih, karena seharusnya aku yang bilang makasih sama kamu, waktu aku sakit kamu nggak pernah jauh dari aku, kamu selalu perhatian sama aku. Bahkan kamu relah bolos sekolah cuma demi aku" ucap Alisya Alexcio tersenyum mendengar perkataan Alisya "Aku lakuin itu, karena aku sayang sama kamu, aku nggak mau kenapa napa pas aku nggak ada di samping kamu" ucap Alexcio jujur.. Alexcio membawa tubuh Alisya ke dalam pelukannya.. "I still love you forever Sya" ucap Alexcio. Beberapa menit kemudian mereka melepaskan pelukan mereka. "Lex ka__" "Kamu lupa sama janji kamu kalo aku lagi sakit kamu bakal manggil aku 'sayang'?" Cemberut Alexcio "Eh iya maaf sayangku, lope lopeku, possessive princenya aku" ucap Alisya sedikit alay. Tak apalah sekali kali nggak papa pikir Alisya Alexcio mengembangkan senyumannya. "Kayaknya kamu udah sembuh deh Lex" ucap Alisya "Kayaknya sih iya, karena yang ngerawat obat aku paling ampuh" "Ih kamu apaan sih" ucap Alisya salah tingkah "Tapi bener sih yaang, aku udah rasa lebih enakan sekarang" "Yaudah sekarang kamu tidur aja, aku mau ke bawa dulu liat Tante lagi masak" ucap Alisya "Nggak ah, capek tidur mulu. Mendingan liatin kamu aja yang nggak pernah buat aku bosan. Jangan ke bawa, di sini aja sama aku" ucap Alexcio merengek "Kamu kalo lagi sakit kayak anak kecil ya, manja banget" "Biarin kayak anak kecil, yang penting bisa manja sama pacar. Kapan lagi bisa manja sama kamu" "Yaudah, sekarang kalo kamu nggak mau tidur, terus mau apa?" "Mau liat kamu aja, aku masih kangen sama kamu." "Emang nggak bosan?"Tanya Alisya "Ya nggaklah sayang, kan aku udah bilang kalo aku nggak pernah bosan liat kamu" *** Alisya merenggangkan tubuhnya, dia memutuskan mandi setelah itu langsung tidur, setelah Alexcio tertidur pulas dengan mengendap endap Alisya keluar dari kamar Alexcio dan menuju ke kamar tamu untuk mandi, untung saja tadi supir pribadi keluarga mereka mengantarkan baju ganti dan baju buat kuliah besok. Jadi dia tidak pusing memikirkan untuk memakai baju siapa di rumah Alexcio.. Setelah habis mandi, Alisya memutuskan untuk kembali ke kamar Alexcio, takut takut jika Alexcio terbangun dan tidak mendapatkan dirinya disana.. Sesampainya di kamar Alexcio, Alisya langsung menuju ke sebuah sofa yang modelnya hanya mempunyai satu lengan.. Dia langsung membaringkan tubuh lelahnya di situ hingga rasa kantuk membuatnya tertidur dengan lelap.. *** Jam 12 Alexcio terbangun dari tidurnya, dia meraba tempat di sampingya dan tidak mendapati Aliysa.. 'Panik' satu kata yang berhasil tergambar di wajah Alexcio. Dia takut jika mimpinya tadi siang benar benar terjadi.. "Alisya kamu di mana? Jangan tinggalin aku" ucap Alexcio dalam kegelapan karena belum menyalakan lampu. Alexcio beranjak dari tidurnya, dia menyalakan lampu tidur yang ada di nakas samping tempat tidurnya. Samar samar dia bisa melihat ada seseorang yang tertidur di sofa.. Dia berjalan mendekati sofa dan mendapati Alisya yang tertidur di sofa. Perasaan Alexcio menjadi lega, saat melihat Alisya tidak meninggalkannya seperti di mimpi.. "Sya aku kira kamu ninggalin aku, aku takut Sya. Aku takut kamu ninggalin aku" lirih Alexcio.. Setelah berkata begitu dia mengangkat tubuh Alisya dan membaringkan Alisya di tempat tidur. Dia juga ikut membaringkan tubuhnya dan memeluk Alisya dari samping.. "Please jangan tinggalin aku, Sya" Ucap Alexcio dan mulai memejamkan matanya masuk ke alam bawa sadar..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD