8. Merasa Takut

1593 Words
Alisya mengerjab ngerjabkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Dia memandang aneh tempat dia berada sekarang. Karena setau dia kamarnya tidak bernuansa cowo seperti ini.. Deruhan nafas yang mengenai kulit lehernya membuat Alisya melihat ke arah sampingnya. Wajah Alexcio yang tertidur dengan damai membuat Alisya mengingat jika saat ini dia berada di kamar Alexcio.. Alisya tersenyum melihat Alexcio yang begitu pulasnya tertidur, dia pun bangun dari tidurnya tak lupa menggantikan dirinya yang di peluk oleh Alexcio dalam keadaan tidur dengan bantal.. Alisya menyulurkan telapak tangannya di dahi Alexcio untuk memastikan panas di tubuh Alexcio sudah kembali turun atau belum "Syukurlah panasnya udah turun"batin Alisya Alisya melihat jam yang berada di nakas Alexcio. Jam 06.00 AM, Alisya langsung bergegas untuk mencuci mukanya dan setelah itu ke dapur untuk membantu Delina yang pastinya masih memasak atau mungkin sudah selesai karena mengingat ini sudah jam enam.. Hari ini dia hanya ada satu mata kuliah dan itu masuknya siang, jadi tak ada salahnya jika dia membantu ibu Alexcio saja.. *** "Pagi Tante" sapa Alisya saat dia sudah berada di dapur.. "Pagi juga sayang" sapa balik Delina.. "Aku bantuin bawa makanannya ke meja makan ya Tante?" tawar Alisya, karena Delina sudah selesai memasak dan tinggal membawa makanan tersebut ke meja makan.. "Iya Alisya. Oh iya keadaan Alexcio gimana, dia udah baikan atau gimana?" "Kayaknya iya sih Tante, soalnya pas tadi malam pas abis makan sama minum obat dia bilang badannya udah lebih enakan. Terus pas tadi aku periksa suhu badannya udah kembali normal Tan" "Syukurlah kalo Alexcio udah sembuh, soalnya Tante jadi nggak enak sama kamu Sya" "Udah nggak papa Tante, dulu juga waktu Alisya sakit, Alexcio selalu rawat Alisya" Sementara mereka yang sedang mengobrol di ruang makan, selama menunggu Michael ayah Alexcio turun ke bawa untuk sarapan.. Alexcio yang baru bangun dari tidurnya langsung di buat kaget saat mengetahui kalo yang di peluknya adalah bantal bukan Alisya.. Alexcio melihat ke arah balkon kamarnya berharap Alisya berada di sana, tapi nihil Alisya tidak berada di sana.. "Alisya" panggil Alexcio masih dengan nada tenang, dia bangun dari tidurnya dan menuju ke depan pintu kamar mandi. Dia mengetuk sebanyak tiga kali. "Alisya" "Sayang kamu di dalam?" Tanya Alexcio "Sya jangan bercanda dong" "Alisya, open the door" "Sya, kalo kamu nggak mau buka pintunya, aku bakal buka sendiri ya" Karena sama sekali tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi, dan membuat dirinya khawatir jika misalnya Alisya pingsan di dalam. Alexcio pun memutar knop pintu dengan perlahan.. "ALISYA" Teriak Alexcio saat mendapati kamar mandi kosong, dia takut sangat takut karena Alisya tidak berada di kamarnya.. Tanpa mempedulikan rambutnya yang masih acak acakan karena baru bangun tidur, Alexcio langsung keluar dari kamarnya dan berlari turun ke bawa "ALISYA" panggil Alexcio saat dia sudah berada di lantai satu dengan perasaan takut jika tidak mendapati Alisya di mana pun.. Alexcio berlari menuju ke semua kamar tamu yang ada di kamarnya, tapi nihil Alisya tidak ada di sana, ruang tamu, ruang tengah, taman bunga di rumahnya bahkan kolam renang tapi tetap tidak mendapati Alisya. Dan hanya ada satu tempat terakhir yang belum di kunjungi oleh Alexcio, dapur yang di satukan dengan ruangan makan.. Dengan tergesa gesa Alexcio langsung berjalan meninggalkan kolam renang dan menuju ke ruang makan.. "ALISYA" "ALISYA" "ALISYA" Teriak Alexcio di sepanjang perjalanannya menuju ke ruang makan, dia sudah tidak berlari lagi karena kelelahan Sedangkan di ruang makan Alisya, Delina, dan Michael. Mereka sama sekali tidak mempedulikan teriakan Alexcio, lebih tepatnya sih kedua orangtua Alexcio yang sengaja tidak mempedulikan teriakan Alexcio. Sedangkan Alisya dia sudah merasa gelisah ingin bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri Alexcio yang teriak teriak.. "Om, Tante. Aku nyusul Alexcio dulu ya" ucap Alisya "Udah nggak usah Alisya, sebentar lagi dia datang kesini" ucap Michael "Iya Alisya, mendingan kamu duduk aja" "Tapi Tante, ak__" "Alisya" Suara yang dari belakangnya membuat perkataan Alisya terpotong "Alexcio" ucap Alisya, dia menghampiri Alexcio yang berjarak tidak terlalu jauh darinya "Aku kira kamu pergi" ucap Alexcio, dia langsung memeluk Alisya dengan erat tanpa mempedulikan kedua orangtuanya yang berada di ruangan makan.. "Aku takut kamu ninggalin aku, aku takut Sya" ucap Alexcio dengan suara serak.. "Aku nggak mau kehilangan kamu Sya, aku nggak mau" ucap Alexcio, setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Alexcio.. Ssssshhhhhhhhtttttt "Udah kamu tenang ya, aku nggak akan kemana mana kok" Alisya mengusap ngusap dengan lembut bahu Alexcio untuk membuat Alexcio tenang "Lepasin pelukannya ya, aku malu di liatin mama sama papa kamu" bisik Alisya "Aku nggak mau, nanti kamu pergi lagi" Tolak Alexcio "Lepasin dulu kalo kamu nggak mau aku tinggalin" Alexcio langsung melepaskan pelukannya dari Alisya walau pun tidak rela Michael dan Delina yang sedari tadi hanya bungkam melihat Alexcio dan Alisya yang nampak berpelukan akhirnya membuka suara.. "Alexcio" Panggil Michael "Apa Pa?" "Kamu kenapa kelihatan takut seperti itu?" "Alexcio takut kehilangan Alisya Pa, Alexcio nggak bisa bayangin jika itu terjadi. Alexcio nggak mau jika harus pisah sama Alisya selamanya pa" "Maksud kamu apa Lex?" Tanya Delina binggung dengan kalimat terakhir Alexcio "Tante, kayaknya ini ada sangkut pautnya sama mimpi Alexcio deh, soalnya kemarin kata Alexcio, dia mimpi aku bakal ninggalin dia" "Astaga Lex, itu kan cuma mimpi. Kamu tau kan kalau mimpi itu cuma bunga tidur"ucap Delina "Aku tau ma, tapi mimpi itu terasa nyata ma, aku takut itu terjadi" ucap Alexcio, dia mengambil tangan sebelah kanan Alisya dan menggenggamnya dengan erat.. "Bisa kamu ceritakan mimpi kamu itu?" Tanya Michael "Nggak bisa Pa, Alexcio nggak bisa. Maafin Alexcio sama sekali nggak bisa" "Yaudah nggak papa kalo kamu nggak bisa cerita" ucap Michael "Makasih pa" "Yaudah kalo gitu sekarang kamu kembali ke kamar terus istirahat"ucap Delina "Alexcio udah sembuh kok ma" "Lex benar kata mama kamu, aku antarin ke kamar kamu ya?" tawar Alisya "Tapi kamu temenin aku di kamar ya?" "Mmmm gimana ya Lex, aku harus pulang dulu soalnya mommy aku udah ngechat aku buat pulang sekarang" ucap Alisya "Kamu nggak boleh pulang" ucap Alexcio, dia langsung memeluk Alisya "Pokoknya kamu nggak boleh pulang, nggak boleh titik" ucap Alexcio "Tapi Lex" Alexcio melepaskan pelukan mereka dan menatap Alisya "Kamu nggak sayang sama aku? Kamu nggak cinta sama aku? Sampe kamu mau ninggalin aku?" tanya Alexcio yang membuat Alisya di buat serbah salah. Dia ingin tetap berada di dekat Alexcio, tapi dia ingat dengan statusnya yang hanya pacar Alexcio nggak lebih. Dan itu artinya sangat tidak baik jika dia tinggal di rumah pacarnya.. "Aku sayang kok sama kamu, bahkan aku cinta banget sama kamu. Kalo nggak, mana mungkin aku tungguin kamu selama 3 tahun" "Tapi Sya, aku takut kalo kamu pergi dari rumah aku, akan terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan sama kamu" "Emang kamu mimpi apaan sih kemarin tentang aku, sampe nggak ingin aku kemana mana. Bahkan pas tadi kamu bangun aja udah teriak teriak manggil nama aku" Tanya Alisya penasaran.. "Iya sayang kamu mimpi apaan sih, mama jadi ke ikut penasaran sama mimpi kamu itu" ucap Delina "Aku mimpi kalo Alisya pergi dari rumah ini dan pulang ke rumahnya. Terus di perjalanan Alisya kecelakaan dan akhirnya meninggal" ucap Alexcio dengan susah payah mengatakan kata terakhirnya "Astaga, jadi karena kamu mimpi kayak gitu, kamu nggak mau aku kemana mana?" "Iya Sya, please untuk hari ini aja kamu nggak kemana mana, aku masih takut sama mimpi aku yang kemarin" Alisya menjadi bimbang dengan pikirannya sendiri, Alisya melihat kedua orangtua Alexcio yang menatap dirinya seperti memberi kode agar untuk sementara waktu dia tidak pergi dulu. "Yaudah aku nggak akan kemana mana, tapi sekarang kamu harus istirahat di kamar ya?" bujuk Alisya "Hmm" "Alex kamu ke kamar duluan aja, mama pinjam Alisya sebentar" "Tapi ma" "Udah kamu ke kamar kamu duluan, awas aja sampe kamu nggak ke kamar ya" ancam Delina "Iya ma" pasrah Alexcio Saat Alexcio sudah benar benar berada di kamarnya, Delina mulai membuka suaranya.. "Tante tau kamu mau pulang sekarang kan?" Tanya Delina "Iya Tante, tapi gimana caranya aku pulang kalo Alexcio aja nggak ijinin aku kemana mana" "Kamu bisa pulang setelah Alexcio benar benar tidur" ucap Delina "Mmm yaudah deh Tante, kalo gitu Alisya ijin ke kamar Alexcio dulu ya Tante, Om" pamit Alisya "Iya" Setelah kepergian Alisya, tertinggal Delina dan Michael yang masih berada di ruang makan.. "Ma kalo gitu papa berangkat dulu ya" ucap Michael, dia mengecup singkat kening Delina istrinya "Iya pa, hati hati di jalan ya" "Iya" *** Alexcio telah tertidur dengan pulasnya, Alisya yang sedari tadi hanya duduk di pinggir kasur dan mengusap ngusap rambut Alexcio pun bangkit dari duduknya dan mulai berjalan dengan cara mengendap ngendap agar Alexcio tidak terbangun karena mendengar langkah kakinya.. Setelah berhasil keluar dari kamarnya Alexcio, Alisya langsung turun ke lantai bawa dengan terburu buru dia menuju ke kamar tamu mengambil tas yang berisi baju yang di bawa sama supirnya kemarin beserta tas yang berisi buku kuliahnya kemarin.. Setelah itu Alisya menuju ke ruang tengah untuk berpamitan dengan Delina yang sedang asik menonton salah satu acara di televisi.. "Tante, Alisya pamit pulang dulu ya" "Oh iya iya Sya, kamu hati hati di jalan ya. Jangan lupa kabarin Tante kalo udah sampai rumah." "Iya Tante, kalo gitu aku pamit ya" ucap Alisya dan segera keluar dari rumah Alexcio dan berjalan masuk ke dalam mobil keluarganya yang supirnya sudah sedari tadi menunggunya.. Untung saja kedua bodyguardnya tidak ada, jadi Alisya bisa merasakan bebas untuk saat ini. Anna dan Eve sengaja dia liburkan karena Alexcio yang sakit dan hal itu sama sekali tidak di ketahui oleh Alexcio. Karena bisa berabe kalo Alexcio mengetahui dia mengambil keputusan sepihak untuk meliburkan kedua bodyguardnya yang bertugas untuk menjaganya itu... Mobil yang di kendarai oleh supir pribadinya itu berjalan dan meninggalkan rumah keluarga Aditama..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD