Seminggu telah berlalu setelah insiden Alexcio sakit. Setelah dua hari dia absen tidak masuk kerja, Alexcio langsung kembali bekerja. Dan selama seminggu ini dia di sibukkan dengan pekerjaannya yang berada di luar kota. Dan karena kesibukannya itu untuk menghubungi Alisya saja dia tidak sempat..
Alexcio hanya selalu di beritahu keadaan Alisya oleh kedua bodyguard yang bertugas untuk menjaga Alisya selama dia tidak bisa bersama Alisya..
Alexcio menghempaskan tubuhnya di sofa rumahnya.. Saat ini, dia baru saja sampai di rumahnya setelah seminggu dia berada di luar kota melihat proyek yang sedang di bangun...
Rasa lelah tentu di rasakan oleh Alexcio, tapi itu tidak menjadi masalah baginya. Karena yang menjadi masalah bagi Alexcio sekarang adalah rasa rindunya pada Alisya yang tidak dapat dia bendung lagi, karena selama seminggu ini dia sama sekali tidak melihat wajah Alisya. Yang dia tau hanya keadaan Alisya baik baik saja selama seminggu ini, karena di beritahukan oleh Anna atau pun Eve..
DRT DRT DRT
Ponsel Alexcio bergetar panjang. Dengan malas Alexcio merogoh ponselnya yang berada di saku celananya..
Alexcio melihat layar ponselnya dengan sedikit malas..
Panggilan video w******p dari Alisya
Seketika Alexcio langsung bangkit dari tidur malasnya di sofa. Dengan semangat Alexcio mengangkat panggilan video dari Alisya..
"Hay" sapa Alisya saat Alexcio sudah mengangkat panggilannya.
"Hay" sapa balik Alexcio
"Kamu masih sibuk ya?" tanya Alisya merasa tidak enak jika dia mengganggu Alexcio yang sedang sibuk bekerja
"Udah nggak kok, aku baru nyampe di rumah nih."
"Pasti kamu kecapean, mendingan kamu tidur sana" tawar Alisya, karena melihat wajah Alexcio yang sangat nampak sekali kalo dia kelelahan..
"Aku nggak mau, aku pengen ketemu kamu. Aku kangen banget sama kamu" ucap Alexcio..
"Mendingan kamu tidur aja ya sayang, entar malam kita pasti ketemu kok. Papa sama mama kamu, bakal datang ke rumah aku buat makan malam."
"Makan malam Sya? Bukannya orangtua kita belum pernah ketemuan ya? Gimana ceritanya orangtua aku bisa ke sana entar malam?" tanya Alexcio, dia merasa binggung. Karena setau dirinya, orangtuanya dan Alisya belum pernah sama sekali bertemu dan ini kenapa orangtuanya tiba tiba akan makan malam di rumah Alisya coba..
"Iya makan malam Lex, orangtua aku yang nyuruh aku buat ngundang orangtua kamu buat makan malam di rumah. Katanya sekaligus perkenalan antar orangtua gitu, kan orangtua kita belum saling kenal"
"Oh gitu"
"Iya Alexcio, sekarang mending kamu mandi biar segar terus makan abis itu tidur. Kita ketemu entar malam ok?" ucap Alisya
"Iya iya"
"Aku tutup ya, love you" ucap Alisya dan memberikan ciuman jarak jauh
Alexcio terkekeh melihat kelakuan Alisya.
"Love you too"
Sambungan pun terputus, Alexcio bergegas menuju ke kamarnya. Setelah melepaskan sepatu dan dasi beserta tas yang dia jinjing, Alexcio memasuki kamar mandi..
***
Malam harinya, Alexcio nampak memperhatikan penampilannya di cermin. Alexcio menggunakan kemeja putih di lapisi dengan jas berwarna hitam, dan di padukan dengan celana kain berwarna senada dengan jasnya.. Tak lupa dia memakai jam tangan sebagai sentuhan terakhir..
Setelah dia rasa tampilannya sudah cukup rapi, Alexcio pun bergegas turun ke bawa menuju ke kedua orangtuanya yang pastinya sedang menunggu dirinya.
Sesampainya Alexcio di ruang tengah, Alexcio di buat gerah sendiri dengan tingkah kedua orangtuanya yang sedang bermesraan tanpa tau tempat..
EKHEM
Dehem Alexcio guna untuk menyadarkan kepada kedua orangtuanya yang merasa dunia seakan milik berdua, bahwa ada dirinya yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua..
"Eh sayang, kamu udah siap?" ucap Delina saat menyadari Alexcio berada tidak jauh dari mereka..
"Dari tadi kali ma, mama sama papa aja yang nggak nyadar kalo Alexcio dari tadi udah siap."
"Kamu kelamaan sih son, jadi ya itung itung selama nunggu kamu. Papa bisa mesra mesraan sama mama kamu" ucap Michael, yang langsung di beri cubitan oleh Delina..
"Tapi nggak di sini juga kali pa" ucap Alexcio
"Emang kenapa? Kan ini rumah papa. Jadi papa bebas dong mau bermesraan sama mama kamu di mana aja"
"Udah ah serah papa deh, aku duluan aja ke rumah Alisya. Dari pada disini jadi obat nyamuk mama sama papa yang lagi MESRA MESRAAN" tekan Alexcio pada kata mesra mesraan..
Setelah berkata seperti itu, Alexcio langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan papanya yang berteriak..
"Makanya son , kalo nggak mau jadi obat nyamuk cepetan nikahin Alisya, biar papa sama mama cepat punya cucu" teriak Michael yang entah bisa di dengar oleh Alexcio atau tidak..
***
Suasana makan malam terasa begitu riuh, padahal hanya ada enam orang yang sedang makan di meja makan tersebut.. Itu di sebabkan oleh Aulia dan juga Delina yang ternyata bersahabat sewaktu mereka SMA dulu, dan mereka tidak menyangka bahwa takdir mempertemukan mereka kembali setelah terpisah sewaktu mereka lulus SMA dulu..
"Del, aku nggak nyangka banget kalo ternyata Alexcio itu anak kamu"ucap Aulia
"Iya Lia, aku juga nggak nyangka. Coba aja kita udah ketemu dari awal mereka pacaran dulu, mungkin kita bisa sering ketemuan"ucap Delina tidak kalah antusias..
Alexcio dan Alisya yang melihat kedua ibu mereka yang sedang bercerita hanya tersenyum.. Ternyata dunia begitu sempit, sampai sampai baru mereka berdua sadari jika kedua ibu mereka adalah sahabat lama waktu SMA..
Sedangkan Michael dan Herman, mereka berdua makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan di antara keduanya..
"Om, tante" ucap Alexcio membuka suara
"Aulia dan Herman langsung melihat ke arah Alexcio
"Malam ini saya ingin minta ijin sama om dan tante, kalo bulan depan saya ingin mengajak Alisya ke thailand bertemu dengan kakek dan nenek saya di sana"
"Kamu ingin ajak anak om ke thailand? " tanya Herman dengan tatapan datar pada Alexcio
"Iya om" ucap Alexcio dengan tegas tanpa ada kegugupan..
"Kamu ikut dengan saya ke ruang kerja saya sekarang" ucap Herman dan langsung pergi begitu saja..
Alisya melihat ke arah Alexcio dengan raut cemas..
"Lex, kayaknya aku nggak bakal di ijinin deh sama Daddy" ucap Alisya
Alexcio mengelus puncak kepala Alisya dengan sayang..
"Kamu tenang aja, kamu pasti di ijinin buat ikut sama aku ke thailand"
Setelah berkata begitu, Alexcio langsung menuju ke ruang kerja Herman..
***
Herman dan Alexcio menghampiri ke empat orang yang mereka tinggalkan tadi di meja makan yang sekarang sedang mengobrol di ruang tamu..
Sesampainya Alexcio di ruangan tamu, dia langsung duduk di lengan single sofa yang di duduki oleh Alisya..
"Sya, ketaman rumah kamu yuk" ajak Alexcio pada Alisya
"Ayo" ucap Alisya
"Ma, pa, om, tante. Alexcio sama Alisya ke taman dulu ya" ijin Alexcio setelah itu dia menggenggam tangan Alisya untuk ke taman yang berada di samping rumah Alisya..
Sesampainya mereka di sana, Alexcio langsung memeluk Alisya..
"Aku kangen banget sama kamu Sya"
"Seminggu nggak ketemu kamu berasa seperti setahun" ungkap Alexcio
Alisya terkekeh dengan ucapan Alexcio, dia membalas pelukan Alexcio. Dia merasakan sesekali Alexcio mencium puncak kepalanya..
Alexcio melepaskan pelukan mereka, dia membalikan posisi Alisya menjadi membelakanginya. Kedua tangannya dia posisikan untuk memeluk Alisya dari belakang..
"Lex jangan kayak gini, nanti kalo di liatin sama mereka gimana?" ucap Alisya sedikit was was karena Alexcio yang memeluknya dari belakang..
"Sebentar aja Sya, aku kangen banget sama kamu" ucap Alexcio dan mencium pipi Alisya..
"Yaudah yaudah. Kok kayaknya kamu sering cium aku ya"ucap Alisya memandang ke arah langit yang memperlihatkan ribuan bintang..
"Suka aja Sya, lagian aku cium kamu masih batas wajarkan?" ucap Alexcio tambah mengeratkan pelukannya pada Alisya
"Masa sih? Terus waktu kamu pernah cium bibir aku itu masih wajar?" tanya Alisya
"Mmm entahlah, tapikan aku cuma cium kamu sekilas doang nggak lebih Sya. Kalo lebihnya nanti pas kita nikah aja" ucap Alexcio menggoda Alisya..
"Ah nikah muluh bahasannya, kamu kebelet nikah ya Lex? " tanya Alisya
"Nggak kok, cuma ya aku pengen bahas kayak gitu aja"
"oh kirain kamu kebelet nikah lagi. Oh iya gimana di ijinin nggak sama daddy aku buat ikut sama kamu ke thailand?" tanya Alisya penasaran
"Hmm"
"Kamu yakin? Terus kenapa lama banget kalian keluar dari ruangan daddy?"
"Yakin Sya, aku sama daddy kamu lama di ruang kerja karena lagi ngebahas kerja sama tentang proyek pembangunan kafe di surabaya."
"Oh gitu, berarti aku bisa berlibur ke thailand dong bulan depan, yeay" senang Alisya yang masih berada dalam pelukan Alexcio..
"Terus kuliah kamu gimana?" tanya Alexcio yang mengingat Alisya belum lama kembali masuk kuliah dan di pastikan dia baru naik semester enam..
"Oh iya kan aku kuliah, terus gimana dong?" tanya Alisya dengan raut wajah sedih, karena dia sudah sangat senang akan di ajak berlibur oleh Alexcio
Alexcio memutar tubuh Alisya yang dia peluk,menjadi berhadapan dengannya tanpa melepaskan kedua tanganya yang melingkar di pinggang Alisya..
"Untuk soal kuliah, kamu tenang aja. Nanti aku yang urus soal itu"ucap Alexcio
"Yang bener?" tanya Alisya dengan mata berbinar senang. "Emang kita di sana berapa lama sih?" tanya Alisya penasaran mereka akan berada di thailand berapa lama..
"Hmm kita di sana cuma seminggu soalnya aku kan udah kerja, Sya"
"Oh gitu"
Alexcio mengganggukan kepalanya, lalu merubah posisi Alisya menjadi membelakanginya lagi seperti tadi, dia kembali memeluk Alisya dari belakang..
"Ih Alexcio, tadi kata kamu cuma bentar doang meluknya, kok sekarang belum di lepasin sih?" protes Alisya, karena dia takut jika sampai mereka berdua kedapatan berpelukan di taman oleh orangtua mereka..
Alexcio terkekeh mendengar protesan Alisya..
"Masih kangen Sya, bentar lagi ya" ucap Alexcio
"Yaudah yaudah" pasrah Alisya, dia masih memandang langit yang kelihatan berkilau dengan beribu ribu bintang..
"Sya?" panggil Alexcio
"Hmn" dehem Alisya
"Nggak kerasa ya, hubungan kita udah berjalan selama 4 tahun 2 bulan" ucap Alexcio
"Iya nggak kerasa banget, apalagi selama 3 tahun 3 bulan kita LDR-an, Lex" ucap Alisya
"Hmm.. Kamu tau Sya, selama kita LDR-an, aku sering merasa pusing" ungkap Alexcio
"Emang kamu mikirin apaan sih Lex sampai keseringan merasa pusing gitu? Terus kamu minum obat apa buat ngilangin rasa pusing?"
"Aku nggak minum obat, Sya. Percuma, nggak bakal hilang rasa pusingnya kalo aku mikirin kamu terus"
"Loh kok mikirin aku, bisa buat kamu merasa pusing sih Lex?" tanya Alisya heran
"Ya bisalah, aku tuh mikirnya jika di indonesia kamu udah lupain aku dan mungkin kamu udah punya cowo lain" ucap Alexcio jujur, karena semenjak dia putus komunikasi dengan Alisya, hal itulah yang membuat Alexcio selalu memikirkan kemungkinan kemungkinan yang belum tentu kebenarannya seperti apa..
"Kok kamu mikirnya kayak gitu sih Lex? Negatif banget mikirnya, padahal di sini aku nggak kayak gitu loh. Aku selalu berpikiran positif walau kadang aku kesal gara gara kamu nggak pernah ada kabar selama 2 stengah tahun.."
"Maaf Sya, kan kita putus komunikasi selama 2 setengah tahun sya. Coba kamu bayangkan waktu itu kita udah kayak nggak ada hubungan apa apa lagi. Dan itu membuat aku takut, jika aku pulang ke indonesia, kamu udah lupain aku dan kamu udah sama cowo lain" ucap Alexcio
"Terus kenapa waktu kamu datang ke kampus kamu nyapa aku, dan bilang aku milik kamu?"
"Itu karena kamu milik aku, walau pun belum secara utuh"
"Dasar possessive" ucap Alisya
"Biarin, kamu tau aku sempat takut waktu kamu bilang kamu dapat cincin dari orang yang kamu sayang. Pikiran aku waktu itu langsung negatif Sya, dan aku udah rencanain buat ngehajar cowo yang berani beraninya ngambil kamu dari aku"
"Chiee chiee yang takut kehilangan aku" ucap Alisya
"Takutlah Sya, aku nggak akan pernah mau kehilangan kamu" ucap Alexcio
"Yaudah nggak usah di bahas lagi, Lex. Kan itu udah jadi masa lalu, sekarang kita mikirnya masa sekarang aja"
"Hmm"
"Besok kalo misalnya aku nggak ngabarin kamu, kamu jangan pikirin yang enggak enggak ya sama aku. Soalnya kayaknya besok aku sibuk banget sama kerja sama perusahaan Daddy kamu. Juga aku ada meeting dari kolega dari luar negeri" ucap Alexcio
"Iya kamu tenang aja, aku tau kok kamu lagi sibuk"
"Makasih sayang"
"Makasih buat apa?" tanya Alisya binggung
"Ya karena kamu nggak akan berpikiran negatif tentang aku" ucap Alexcio..
"Oh itu, nggak usah bilang makasih kali Lex. Cuma aku pesan sama kamu, jangan telat makan nanti kamu sakit."
"Perhatian banget sih jadi pacar" ucap Alexcio
"Biasa aja, eh Lex mending kita masuk deh, ini udah lebih dari 15 menit lo kita di sini"
"Bentar lagi Sya, aku masih kangen sama kamu"
"Udah ayo masuk" Alisya melepaskan kedua tangan Alexcio yang melingkar di perutnya dan menarik Alexcio masuk ke dalam rumahnya..
"Nasib nasib kalo belum nikah mah gini, nggak bisa lama lama berduaan sama Alisya" batin Alexcio