"Lex..."
"Alex bangun..."
"Alexcio bangun..."
"Ini aku Alisya..."
"Alexcio ayo bangun..."
"Aku di sini..."
Alisya terus mencoba membangunkan Alexcio dengan cara menepuk nepuk pipi Alexcio pelan, tapi bukannya bangun Alexcio tambah meracau memanggil manggil namanya...
"Alisya jangan pergi, aku mohon jangan pergi" tangis Alexcio dalam tidurnya..
"Apa mungkin Alexcio mimpi buruk lagi?" batin Alisya
"Iya Alexcio aku nggak akan pergi kok, kamu bangun dong" ucap Alisya menepuk nepuk pipi Alexcio, masih berusaha membangunkan Alexcio..
"Alexcio..."
"Lex..."
"Bangun..."
"Alex..."
"Bangun Lex..."
Kedua mata Alexcio mulai mengerjab ngerjab dan perlahan mulai membuka matanya.. Cahaya terang terasa menusuk matanya membuat Alexcio menutup matanya kembali yang terasa perih.. Suara seseorang masih terus memanggilnya agar bangun..
"Alisya..." lirih Alexcio, samar samar dia dapat melihat Alisya berada di dekatnya.
"Iya ini aku Lex, kamu mimpi buruk lagi ya?" ucap Alisya dengan nada lembut. Dia mengusap keringat dan air mata di wajah Alexcio
"Alisya..."
Alexcio langsung bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Alisya saat menyadari jika Alisya benar benar nyata berada di hadapannya dengan keadaan baik baik saja.. Sedangkan Alisya yang di peluk secara tiba tiba oleh Alexcio, hanya bisa membalas pelukan Alexcio dan mengusap punggung Alexcio yang terasa bergetar...
"Aku kira kamu pergi ninggalin aku Sya,"
"Aku nggak mau kehilangan kamu Sya, nggak mau" racau Alexcio
Ssssssstttttttt
"Aku nggak akan ninggalin kamu kok, udahan ya peluknya" ucap Alisya
"Nggak mau, nanti kalo aku lepasin pelukan aku, kamu pergi ninggalin aku lagi" ucap Alexcio, dia tambah mengeratkan pelukannya membuat Alisya sedikit merasa sesak nafas...
"Aku janji nggak akan ninggalin kamu"
"Yang bener?" tanya Alexcio masih tidak yakin dengan perkataan Alisya
"Iya Alexcio sayang"
Dengan perlahan Alexcio melepaskan pelukan mereka,dia menatap Alisya dengan mata sembabnya..
"Kamu mimpi apa sih sayang, sampe nangis kayak gini" tanya Alisya
"Aku mimpi yang sama lagi Sya, aku takut. Aku nggak mau kehilangan kamu" ucap Alexcio, dia kembali memeluk Alisya..
"Udah jangan nangis, masa pemimpin Aditama Company cengeng sih" ucap Alisya dan melepaskan pelukan mereka
"Gimana nggak nangis sayang, kalo mimpinya serem gitu" ucap Alexcio dengan wajah cemberut karena di bilang cengeng oleh Alisya..
"Ingat baik baik ya Alexcio. That's just a dream, oke"
"Tapi mimpi kan bisa jadi kenyataan Sya, aku takut"
"Udah nggak usah di bahas lagi, sekarang mending kita ke bawa terus kamu makan. Kamu kan belum makan dari pagi"
"Nggak ah, aku nggak mau makan. Aku maunya cuma liat kamu aja"
"Sayang, kalo mau modus tuh liat keadaan dulu dong. Kamu nggak lupakan kalo kamu baru sembuh dari sakit?"
"Iya aku nggak lupa kok, tapi aku maunya cuma liat kamu aja" ucap Alexcio
"Makan atau aku tinggalin kamu" ancam Alisya agar Alexcio mau makan
"Iya iya aku makan" pasrah Alexcio karena di beri ancaman seperti itu oleh Alisya
"Yaudah sekarang kita ke bawa" ucap Alisya
Alexcio mengganggukan kepalanya sebagai tanda iya. Mereka berdua berjalan keluar menuju ke ruang makan yang di satukan dengan dapur..
"Kamu mau makan apa? Biar aku masakin"ucap Alisya saat mereka sudah duduk di meja makan..
"Kamu? Masak?" tanya Alexcio tidak percaya dengan perkataan Alisya barusan..
"Iya masak Lex, kamu mau makan apa?"
"Sejak kapan kamu bisa masak?" tanya Alexcio dengan nada suara dingin
Alisya yang mendengarkan ucapan Alexcio yang terdengar dingin, mulai merasa kalo Alexcio akan melarangnya untuk memasak..
"Sejak kamu kuliah di jerman, aku mulai belajar masak" ucap jujur Alisya
"Ngapain kamu belajar memasak? Kan aku udah pernah bilang sama kamu, jangan pernah mencoba memasak karena aku nggak mau kejadian tangan kamu terluka terulang lagi"
"Aku sengaja belajar masak, biar pas aku nikah nanti nggak malu maluin karena nggak tau masak"
"Kan ada aku Sya, ngapain kamu belajar. Lagian kamu bakal nikah sama aku juga"
"Tapi kan, kalo seandainya aku nikah sama orang lain gimana?" tanya Alisya, dengan suara pelan yang masih bisa di dengar oleh Alexcio
"Kamu akan nikah sama aku titik nggak pake koma!"
"Yaudah terserah deh. Sekarang kamu mau makan apa biar aku masakin"
"Kamu nggak boleh masak Alisya!" ucap Alexcio penuh penekanan
"Boleh.."
"Nggak.."
"Boleh Alexcio..."
"Nggak Alisya..."
"Aku bilang boleh ya boleh Alexcio..."
"Aku bilang nggak boleh ya nggak boleh Alisya..."
"Ih Alexcio, skali skali kamu ngalah dong. Masa selalu aku yang ngalah sih" protes Alisya
"Aku nggak mau ngalah, pokoknya kamu turutin semua perintah aku"
"Alexcio ih, aku ini pacar kamu bukan pembantu kamu yang harus turutin semua perintah kamu" kesal Alisya
"Siapa juga yang bilang kamu pembantu aku, pokoknya sekali aku bilang nggak ya nggak boleh masak"
"Ah kesal aku sama kamu, coba aja aku nggak balik ke sini waktu aku pulang ke rumah tadi"ucap Alisya
"Jadi kamu pulang ke rumah kamu tadi?" tanya Alexcio
"Iya aku pulang tadi, sebenarnya sih aku ada satu mata kuliah siang ini, tapi karena dosennya nggak masuk. Aku balik lagi deh ke sini" ucap Alisya dia tidak mau berbohong jika dia memang benar benar pulang ke rumahnya tadi.
"Tapi kamu nggak papa kan? Kamu nggak kecelakaan kan saat di jalan tadi?" tanya Alexcio tersirat nada khawatir
"Iya Alexcio ku sayang, aku nggak papa kok. Udah jangan terlalu berpikir yang negatif lagi ya, itu cuma mimpi"
"Asal kamu janji nggak akan pernah ninggalin aku" ucap Alexcio, dia mengancungkan jari kelingkingnya
di hadapan Alisya..
Alisya langsung menyatukan jari kelingkingnya dengan Alexcio..
"Aku janji, selama aku masih bernafas aku nggak akan tinggalin kamu" ucap Alisya
Alexcio tersenyum mendengar ucapan Alisya..
"Tapi kamu harus ijinin aku masak, karena buat apa coba, aku udah capek capek belajar masak terus kamu nggak ijinin aku buat masak"ucap Alisya
"Tapi Sya, kalo__"
"Aku janji nggak akan terluka selama aku masak" ucap Alisya memotong ucapan Alexcio yang hendak memprotes
"Yaudah mulai sekarang aku ijinin" ucap Alexcio dengan sedikit tidak rela membiarkan Alisya memasak..
"Thank you honey." ucap Alisya
CUP
Alisya mengecup pipi sebelah kanan Alexcio singkat..
"Kamu mau makan apa?" tanya Alisya
"Mmmm apa aja deh boleh" ucap Alexcio
"Sup ayam mau?" tawar Alisya
"Iya aku mau"
"Yaudah kamu duduk di sini, aku mau masak dulu"
Alisya langsung berjalan menuju ke arah kulkas, dia membuka kulkas dan mengambil bahan bahan yang dia perlukan untuk membuat sup ayam..
***
Saat ini Alexcio sedang menikmati sup ayam buatan Alisya, dia kelihatan begitu lahap memakan sup tersebut, bahkan sekarang dia sudah dua kali menambah sup ayam tersebut dengan porsi tidak sedikit..
Alisya yang melihat Alexcio begitu lahap memakan masakannya merasa senang..
"Sya nanti kapan kapan kamu buat lagi sup ayamnya"ucap Alexcio..
"Iya nanti aku buatin"
Keadaan menjadi hening kembali, karena Alexcio memakan sup tersebut..
Dalam waktu sepuluh menit Alexcio telah berhenti memakan sup ayam yang tertinggal sedikit itu karena kekenyangan..
"Yaang?" panggil Alexcio pada Alisya yang sedang bermain ponselnya tanpa menghiraukan dirinya..
"Hmm" gumam Alisya tanpa melihat Alexcio
"Kamu lagi apa sih?" Alexcio langsung mengambil ponsel Alisya secara tiba tiba, membuat Alisya kaget..
"Ih Alexcio kamu apaan sih, siniin ponsel aku. Lagi seru main juga malah di ambil"
"Kamu yang apaan, aku mau bicara sesuatu yang penting sama kamu, kamu malah fokus sama game di ponsel kamu" ucap Alexcio
"Yaa maaf Lex, soalnya tadi pas lagi seru serunya main"
"Kamu bukan anak kecil lagi Alisya, aku mau ngomong yang penting. Bisa kamu dengerin aku?" tanya Alexcio
Alisya mengganggukan kepalanya pertanda iya
"Bulan depan aku pengen ngajak kamu ke thailand" ucap Alexcio yang langsung membuat Alisya berteriak kaget.
"APA? THALAIND?" kaget Alisya
"Iya thailand"
"Ngapain kamu ngajak aku ke sana? Bukannya itu tempat kamu lahir? " tanya Alisya penasaran
"Aku pengen ngenalin kamu sama kakek dan nenek aku di sana"
"Bukannya kakek sama nenek kamu di jerman?"
"Kalo yang di jerman itu orangtua dari papa aku, kalo yang di thailand orang tua dari mama aku" ucap Alexcio memperjelas..
"Oh gitu"
"Gimana? Kamu mau kan aku ajak ke sana?" tanya Alexcio memastikan agar Alisya mau ikut dengannya ke thailand
"Aku sih mau kesana, tapi aku takut nggak di ijinin sama Mommy dan Daddy.Kan kita perginya keluar negeri"
"Untuk urusan dapat ijin dari orang tua kamu, kamu tenang aja. Nanti aku yang minta ijin ke mereka"
"Yaudah, mmm Lex aku bisa pulang ke rumah aku nggak?"
"Boleh"
"Yes" sorak Alisya
"Tapi bodyguard kamu menjadi 4 sekarang"
"Yaa kok gitu sih, 2 aja aku udah nggak bebas gerak. Masa sekarang kamu nambah 2 orang lagi sih" melas Alisya
"Ini demi kenyamanan kamu"
"2 ajalah Lex" tawar Alisya
"Pokoknya 4, kalo kamu mau protes aku tambahin biar 10 bodyguard yang jaga kamu"
"Yaudah deh, iya iya" pasrah Alisya..
"Dan 1 lagi, awas aja kamu ngulang kasih libur Anna dan Eve untuk jagain kamu. Aku benar benar akan buat 20 bodyguard buat jaga kamu"
Alisya yang mendengar perkataan Alexcio, menjadi merinding sendiri. Gimana nggak merinding coba kalo membayangkan dua puluh orang bodyguard dengan muka datar kemana mana ikut kemana pun kalian pergi selama di luar rumah. Kan malu maluin banget..
"Iya Alexcio, aku nggak akan ngulangin lagi. Tapi please cukup Anna sama Eve aja yang jagain aku."
"Oke untuk saat ini bodyguard kamu tetap mereka berdua."
"Yeah, makasih sayang"
Alisya berjinjit untuk mencium pipi Alexcio, tapi karena Alexcio yang langsung memutar kepalanya menghadap Alisya. Bibir Alexcio lah yang di cium oleh Alisya..
Alisya yang tersadar dengan apa yang dia lakukan, langsung menjauhkan dirinya dari dekat Alexcio..
"Chiee ada yang blushing nih eh" goda Alexcio pada Alisya yang kedua pipinya sudah semerah kepiting rebus..
"Ih Alexcio" ucap Alisya, dan langsung berlari meninggalkan Alexcio yang tertawa melihat Alisya yang berlari meninggalkannya..
Kebahagiaanku hanya bersama dia, jika dia pergi dari hidupku. Aku akan hancur, karena dia adalah cahaya yang menerangi gelapnya kehidupanku..
Alexcio Aditama