Darrell mengantarkan Aurel sampai di depan rumahnya. Aurel menawarinya untuk mampir tapi, ia menolak. Darrell tak ingin mampir. Ia langsung bepamitan pulang. Sepeninggalnya Aurel ada seseorang yang memanggilnya. “Aurel.”
Aurel langsung menoleh. Melihat Dimas ia terpengarah. Apa yang dilakukan Dimas di depan rumahnya.
“Siapa tadi yang nganterin kamu?” tanya Dimas. Dimas melihat sekilas laki-laki dengan setelan jas di dalam mobil yang membukakan Aurel pintu lalu Aurel menawari seseorang yang masih di dalam mobil untuk mampir.
“Oh.. Temen.” Jawab Aurel dengan tersenyum.
“Temen??”
“Iya.. Model. “
“Oo... “
“Kamu ngapain kesini?” tanya Aurel.
Dimas tersenyum ia lalu membawa beberapa buah buahan.
“Aku mau ngasih ini untuk orang tua kamu.” Kata Dimas.
“Ooo... Makasih. Tapi, Mama ga ada. Sedangkan aku Capek banget baru pulang.”
“Oh.. Oke. Kalau gitu kamu istirahat dulu. Aku pulang sekarang.” pamit Dimas.
Aurel menganguk. Dimas langsung berbalik pergi. Melihat kepergian Dimas, Aurel meminta maaf dalam hati karena telah berbohong kepadanya. Ia tak mau Dimas ketemu orangtuanya. Ia tak mau Dimas mengetahui pertunangannya dengan Darrell. Aurel menahan napasnya. Karena rasa sesak menekan seolah membunuhnya.
Disisi lain Darrell menopang kepalanya menggunakan lengannya.
“Cari tau tentang perempuan tadi.” kata Darrell.
“Tapi Monsieur, bukannya statusnya sudah jelas? Terlebih Madame Keyra sendiri yang telah memilihkan perempuan tadi.” jawab seorang pria umur 30an itu sembari menyetir mobil.
“Bukannya itu aneh, Gar. Mere milih keluarga seperti itu untuk jadi bessannya.” Balas Darrell kepada Edgar sekaligus Seketaris pribadinya. Edgar adalah pelayan keturunan 47 yang telah mengabdikan dirinya di keluarganya.
“Bukannya Madame juga menyukai Monsieur Azam kekasih Mademoiselle Irenee?” tanya Edgar berikutnya.
“Nanti malam serahkan saja berkas itu.” Perintah Darrell kemudian.
“Oui Monsieur.” Jawab Edgar.
“Kita pergi beli kopi dulu.” Kata Darrell.
“Ke tempat biasa?”
Darrell menganguk. Edgar tersenyum tipis lalu mengemudikannya kesana. Cafe tempat Demira bekerja. Edgar turun dari mobil lalu membeli kopi kesukaan Darrell.
****❤****
Darrell membuka laptop yang selama ini ia tinggalkan di apartemennya. Ia membuka email dan mengecek semua pesan yang masuk. Ia menggulirkan kebawah. Tapi matanya jatuh kepada pesan 4 hari yang lalu.
Semoga menikmatinya....
Darrell membukanya setelah membacanya.
Ia tak sadar bibirnya membentuk lengkung keatas ketika melihatnya. Foto Bintang. Ia tak mengerti kenapa Fotografer itu mengirimkan foto Bintang kepadanya. Cantik batin Darrell.
Darrell melihat foto tersebut satu persatu. Ia tak tau berapa lama ia memberikan perhatian kepada foto tersebut sampai ada suara yang menegurnya. “Saya pikir Anda tidak menyukai Mademoiselle Aurel. Tapi melihat anda sedang melihat fotonya, Saya berfikir jika anda menyukainya.” Tegur seseorang.
Darrell langsung menoleh melihat orang yang menegurnya. Edgar melihatnya dengan tersenyum semanis mungkin. Darrell sendiri masih dengan wajahnya yang kaget.
“Ini Monsieur.” Kata Edgar kembali lalu memberikan sebuah map.
Darrell membuka map tersebut dan mulai membaca semuanya.
“Mademoiselle Aurel bukan anak kandung dari orangtuanya yang sekarang. Ia merupakan anak angkat. Mademoiselle Aurel anak dari kakak laki-laki Bu Dewi. “ Jelas Edgar.
“Lalu siapa orangtua kandungnya?”
Edgar membalik lembaran yang di buka Darrell. Ia lalu menunjuk seorang perempuan.
“Wanita ini namanya Sarah. Lalu Pria ini Arya kakak Dewi. Mereka meninggal karena kecelakaan mobil.”
“Kecelakaan mobil?”
“Iya... Mobil mereka menabrak pembatas jalan lalu masuk jurang akibat jalan yang licin karna hujan. Hanya Mademoiselle Aurel yang selamat di kecelakaan tersebut.”
Darrell mengerti sekarang, kenapa Bintang ketakutan jika hujan turun.
“Banyak rumor yang bilang Ayah angkat Mademoiselle Aurel menyukai Sarah ibu kandung tunangan anda.”
“Mademoiselle itu terlalu panjang.” tegur Darrell.
“Ibu angkat nona Aurel tau jika suaminya menyukai kakak iparnya. Maka dari itu dia sering sekali menyiksa nona Aurel. Oh ya, Sarah ini ternyata teman Madame Keyra sewaktu di SMA.” Lanjut Edgar.
“Teman?” ulang Darrell.
“Benar. “
Darrell membalik halaman berikutnya.
“Ini, Dimas kekasih....”
“Aku sudah tau.” potong Darrell cepat.
“Kau boleh pergi.” Lanjutnya.
Edgar tersenyum lalu menganguk. Ia lalu pamit untuk undur diri. Darrell melanjutkan membaca map tersebut. Edgar benar-benar bisa di andalkan. Tanpa di minta pun ia memberikan data-data dari yang tidak penting sampai terpenting.
Darrell langsung menelfon Edgar dan menyuruhnya untuk kembali lagi ke ruangannya.
“Tolong carikan seseorang untukku. Aku bertemu dengannya waktu kelas 2 SMA di restoran Jazzi. Dia seorang perempuan. Dan memberikan kalung padaku. “
“Baik.”
Setelah itu Edgar langsung pamit undur diri dan mulai mencari perempuan yang di maksud oleh tuan mudanya.
Darrell menutup map tersebut. Baru saja berdiri dia sudah melihat Sean yang membuka ruangan kerjanya.
“Kau masih sibuk?” tanya Sean.
Darrell menggeleng.
“Oke. Kalau gitu ikut gue.”
Darrell menganguk lalu mengikuti Sean.
Tebakan Darrell benar. Sean mengajaknya pergi ke klub malam. Sejak kepergian Gisel, Sean jadi tak waras. Ia sering minum minum untuk menghilangkan Gisel dari pikirannya.
Darrell menemani Sean minum. Ia tak minum dan hanya melihat sepupunya tersebut. Tak lama Aril dan Lucas datang. Mereka berdua melihat Sean yang menangis kehilangan.
Darrell langsung menjauhkan minuman tersebut agar Sean tak minum lagi. Tubuh Sean tak akan bertahan lama jika ia hidup seperti ini. Darrell tak mengerti, kenapa Sean harus sesedih itu untuk kehilangan Gisel. Gisel bukan keluarganya, mereka tak mempunyai hubungan darah kecuali teman sekaligus tetangga Sean dari kecil.
Bukannya wajar jika teman silih berganti, tapi kenapa Sean harus menangisinya seperti ini.
“Mangkanya gue nggak mau jatuh cinta.” Dengus Aril.
Darrell menatap Aril. Seolah bertanya kenapa.
“Lo lihat aja Sean, Stress kek gini gara-gara Gisel pergi. Lo lihat juga Reyhan. Begonya ga ketolongan karna masih ngarep Irenee. Lo juga Rell, Batalin aja pertunangan lo itu. Daripada ntar lo patah hati kek mereka. Cari aman aja, pacarin yang bener-bener suka sama lo. Misalnya Mira gitu. “
Mira atau Demira adalah mantan Pacar Darrell yang keluarganya di buat bangkrut oleh Irenee adik kembarnya. Karena hal itu, Darrell membereskannya dengan bertanggung jawab ke Mira. Memberikn Apartemen karena rumah mereka disita. Memberikan uang perbulan untuk jajan Mira dan memberikan Mira pekerjaan. Semata mata hanya karena Darrell merasa bersalah.
“Gue nggak suka Mira ataupun Bintang. “ Jawab Darrell.
“Ya.. Kan sekarang. Nggak tau nanti. Yang maha kuasa itu mampu membolak balikan hati semudah telapak tangan.”
Darrell mendengus. Ia langsung mulai membantu Sean bangkit. Tapi Sean menolak. Ia tetap mau duduk disana.
Rasanya Darrell ingin meninggalkan Sean disini. Sementara ia balik ke Apartemennya karena besok ia akan bekerja.
“Urusin ya...”
“Lo mau kemana?”
“Ada kerjaan.” Jawab Darrell yang langsung melenggang pergi.