BAB 12

1163 Words
Darrell datang ke kantor pusat milik ADB grup di Indonesia. Tapi, tetap saja kantor pusat yang utama berada di Perancis. Darrell hanya perlu menandatangani beberapa disini. Semua pegawai tersenyum menyambut Darrell. Tapi, Darrell cuek ia tak membalas senyuman mereka dan tetap berjalan. Sampai, tatapan matanya jatuh ke arah seseorang yang sedang mengepel lantai. Darrell berhenti. Beberapa orang di belakangnya juga ikut berhenti. “Hei, You!” Kata Darrell dengan menunjuk orang yang mengepel itu. Darrell tak asing dengan orang itu. Seorang pegawai langsung menghadapkan pegawai yang di tunjuk Darrell. “Are you Dimas?” Tanya Darrell lagi. Dimas menganguk cepat. “Yes.” Jawabnya. Darrell baru mengerti, jika Dimas pacar tunangannya seorang OB di perusahaannya. Benar kata orang-orang itu, Dunia itu sempit. Darrell melanjutkan berjalannya. Beberapa petinggi langsung bertanya. Kenapa Darrell bisa mengenal seorang OB. Tak jauh beda. Dimas sendiri langsung di dekati para staf disana kenapa Dimas bisa mengenal Darrell. Dimas hanya menggeleng, karna ia memang benar benar tak tau kenapa Darrell atasannya bisa mengenalnya. Darrell membaca kontrak yang diberikan sebelum menandatanganninya. “Mansiour, “ “Darrell... “ “Tapi....” “Sekali lagi aku dengar kata itu, aku tunggu surat pengunduran diri kalian!” Tegas Darrell. Darrell langsung menandatanganinya. Selesai menandatanganinya ia lalu bangkit dan berjalan pulang. “Hati-hati.” Ucap pimpinan itu ketika Darrell membuka pintu mobil. “Oh ya, “ “Kenapa?” Tanya Direktur “OB tadi, pindah ke bagian Pemasaran.” Perintah Darrell sebelum masuk ke dalam mobil. Direktur tersebut langsung menganguk cepat. ****❤**** Aurel menunggu Darrell di depan kamar hotelnya malas. Sebentar lagi ia harus bertemu dengan Dimas kekasihnya. Dan sekarang ia berdiri disini menunggu Darrell yang entah kapan laki-laki itu pulang. Kalau bukan karna mamanya menyuruhnya kesini untuk mengantarkan kue buatan mamanya ia tak akan mau. “Tch...” Decak Aurel. Melihat jam tangannya ia langsung mengantungkan makanan yang sedari tadi di bawanya di pintu Darrell. Aurel berlari turun, ia harus sampai ditaman dalam beberapa menit untuk menemui Dimas. “Maaf telat.” Ucap Aurel yang masih ngosh-ngosh an. Dimas tersenyum ia langsung memeluk Aurel cepat. “Kayaknya seneng banget nih...” Goda Aurel yang melihat wajah Dimas tersenyum lebar. “Tadi.. Anak pemilik perusahaan tempat aku kerja dia datang. Kamu tau apa yang terjadi berikutnya??” “Apa?” Tanya Aurel antusias. “Anak bosku nyapa aku. Tapi.. Aku nggak tau dia kenal aku darimana. Terus tadi tiba tiba aku naik pangkat.” “Maksudnya?” Tanya Aurel tak paham. “Aku bukan jadi OB lagi Aurel... Aku sekarang Staf di bagian pemasaran.” Kata Dimas senang. Ia lalu memeluk Aurel erat. “Wah.. Selamat ya. Aku seneng banget.” Kata Aurel sembari membalas pelukan Dimas. “Aku tunjukin anak bosku.” Kata Dimas yang langsung melepas pelukannya dan mengeluarkan handphonenya. Aurel melihat Dimas mengetikan sesuatu di sana. Tak lama pencariannya berhasil. “Ini orangnya.” Kata Dimas ceria. Deg .... Aurel terkejut. Benar-benar terkejut. Apa yang baru saja terjadi. Apa yang baru saja di katakan Dimas. Ia benar-benar tak menyangka. Bahkan mulutnya sangat susah untuk digunakan untuk berbicara. “Kamu kenal?” Tanya Dimas yang melihat wajah Darrell. “Oh.. Dia ponakannya tante Keyla.” Jawab Aurel yang langsung tersenyum melihat Dimas. Ia tak tau, benar-benar tak tau. Jika Dimas bekerja di perusahaan keluarga Darrell. Terlebih Darrell menaikan pangkat Dimas kekasihnya. Aurel semakin pusing saja saat ini. Apa yang di rencanakan Darrell. Disisi lain Darrell melihat kantong di pintunya. Edgar mengambilnya dan melihat isinya. Brownis Coklat. Darrell mengambil es batu dengan sebotol Whisky. Ia akan meminumnya sembari melihat pemandangan dari atas kamarnya. “Sepertinya tuan muda akan terkejut melihat apa yang saya temukan.” Kata Edgar yang sudah memegang Map. “Gar.. Jangan terlalu formal.” “Maaf tuan Muda. Saya sudah menurut untuk tidak memanggil Mansiour jadi, tolong jangan paksa saya untuk tidak bersikap sopan kepada anda.” Balas Edgar. Darrell menganguk. Edgar lalu memberikan Map tersebut. Darrell menatap Map tersebut sebelum meminum Whiskynya. Melihat isi Map tersebut ia terkejut. Jadi, benar... Aurel adalah perempuan yang di temuinya beberapa tahun lalu. Darrell menutup map tersebut. Lalu meminum Whiskynya. Tak lama pintu kamar hotelnya terbuka. “Nona..” Sebut Edgar. Darrell tau siapa yang datang. Pantulan Perempuan itu terlihat jelas di kaca depannya. Edgar lalu pamit pergi meninggalkan mereka berdua. Membiarkan mereka berdua berbicara. “Maksud lo apa naikin pangkat Dimas kek gitu?” Tanya Aurel emosi. “Nggak senang?” Tanya Darrell yang sekarang menatap Aurel. “Menurut lo?” “Jadi, harus pecat dia?” Tanya Darrell sembari meminum Whiskynya lagi. “b******k!!” kesal Aurel. “Bukannya lo suka dia?? Bukannya lo nggak di setujui karena dia miskin? Gue cuma bantu lo supaya lo disetujuin dengan naikin pangkat dia. Jadi, hati hati kalau bicara.” Peringat Darrell. Aurel mengambil napas, terlihat jelas jika sekarang ia marah besar. “Lo pikir karna lo kaya lo bisa seenaknya??” “Selama ini memang begitu.” Aurel tertawa. Dan Darrell tak menyukai cara gadis itu tertawa, seolah mengejeknya. “Lo itu kaya karna warisan!! Jadi, nggak usah sebangga itu Tuan Muda!” Ejek Aurel sebelum keluar. Darrell meremas erat gelas yang sedari tadi ia pegang. Aurel benar-benar tak tau apa yang sudah ia alami sampe ia bisa di titik teratas seperti ini. Darrell memang pewaris ADB Grup. Tapi, menjadi pewaris tak semudah yang di omongkan Aurel kepadanya. Demi menjadi pewaris yang layak dia harus kehilangan masa bermainnya. Darrell tak bermain seperti kebanyakan orang, Sejak kecil ia selalu mengikuti pelatihan agar bisa menjadi pemimpin yang sempurna. Di umur yang ke 15 Darrell sudah mendapatkan 2 gelar dari Universitas ternama di dunia. Mangkanya hadiah yang ia terima dari merenya ia bisa tinggal di Indonesia dengan melupakan identitasnya sejenak sebagai seorang Aldebaran. Hanya ada Darrell, Bukan Darrell Archer atau pun Darrell Aldebaran. Menyandang nama Archer Aldebaran tak mudah bagi Darrell. Karena setiap hari nyawanya selalu terancam karena saingan bisnis. Mangkanya jika di Perancis dan Amerika ia selalu kemana mana menggunakan Bodyguard untuk melindunginya. Darrell bisa berantem. Bukan bisa lagi, dia ahli melakukannya. Karna sejak kecil ia sudah di latih oleh Kakek dan pamannya untuk pandai menggunakan senjata dan bertarung. Archer adalah nama keluarga terkenal di Amerika. Bisnis yang mereka keluarkan adalah keamanan dan senjata mulai dari Darat, Air sampai Udara yang menyuplai pemerintah dan Mafia. Selain menjual senjata mereka juga menjual n*****a. Mangkanya sebagai seorang Archer, Darrell sudah harus bisa menguasai berbagai ilmu beladiri untuk melindungi dirinya. Terlebih saingan bisnis mereka tak segan-segan membunuh anak kecil. Oleh karena itu, keamanannya harus selalu ada dan di jaga ketat. Darrell memang tidak mewarisi harta di keluarga Archer tapi tetap saja ia pasti mendapat bagian dan selama menyandang nama tersebut Darrell tak bisa hidup tenang karena banyaknya orang yang ingin membunuhnya karena Darrell masih memiliki potensi sebagai seorang pewaris. Selain itu, dia juga harus selalu berhati-hati untuk dekat dengan seseorang. Ia harus tau mana musuh dan yang mana namanya teman. Ia tak boleh sembarangan berteman dengan orang. Karna jika sampai ia salah berteman nyawanya juga bisa hilang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD