BAB 14

1057 Words
Mira menatap kepergian Darrell dengan perasaan yang susah di tentukan. Ia ingin Darrell tetap disini tapi, disisi lain ia membenci sikap dingin dan tak mau tau dari Darrell. Mira menatap gelas bekas minum Darrell. Tak lama lamunannya terbuyarkan gara-gara seseorang datang. Mira tersenyum menyambut pelanggan perempuannya. Lalu menyiapkan Kopi yang di pesan. Tak lama pasangan perempuan itu datang, ia memberikan Mawar Merah dan sekotak Coklat kepada perempuan yang baru saja ia antarkan pesanannya. Melihat itu, Ia tiba tiba teringat hari Valentine ketika ia pacaran dengan Darrell **** Mira berlari ke Kantin menghampiri Darrell dengan raut wajah yang kesal. Hari ini adalah hari Valentine. Semua teman segengnya mendapat hadiah dari kekasihnya, Bukan hanya segeng, Tapi Sekelas bahkan sesekolahan dapat Coklat atau Bunga. Tapi Darrell tak membelikan satu pun di antara mereka. Sesampainya di kantin ia tak menemukan Darrell. Ia lalu beralih ke kelasnya, Darrell juga tak berada disana. Tapi, melihat rak meja Darrell penuh Coklat Mira langsung membuangnya kesal. Awas saja jika ia tau siapa yang berani mengirimkan Coklat kepada kekasihnya. Mira jamin akan membuat perhitungan. Mira berusaha menghubungi Darrell tapi, Darrell tak mengangkat panggilannya. Keesokannya, ketika Mira melihat Darrell di Kantin meminum Coklat dengan teman-temannya ia langsung menggebrak meja itu. Darrell menatapnya datar. “Kamu kemana aja sih kok nggak ada kabar! Aku nyariin kamu kemana-mana tapi nggak nemuin kamu!!!” Kesal Mira. “Di rumah.” Jawab Darrell. “Kamu tau nggak kemaren hari apa?” Tanya Mira berusaha sabar. Kini mereka berdua sudah di jadikan tontonan. “Rabu.” “Darrell!!” Teriak Mira. Darrell hanya memperhatikan Mira datar. “Ngeselin!! Kemaren itu Valentine tau!! Orang-orang pada ngasih Coklat, Boneka, sama Bunga kok kamu nggak ngasih aku apa apa.” “Bukanya kamu udah dapat banyak dari penggemarmu?” Tanya Darrell balik. “Pacarku kan kamu, bukan mereka!! Aku cuma mau dapat hadiah Valentine dari kamu!!” Rengek Mira. Darrell mendesah. “Mau apa?” Tanya Darrell “Ya terserah, Emang ada hadiah milih?? Beliin Cokalat sepabrik kek, Boneka atau apa gitu...” Teriak Mira. “Emang habis?” “Apanya??” “Coklat sepabrik.” Mira diam. “Nggak takut gendut?? Sakit gigi??” Tanya Darrell lagi. “Darrell.. Kamu ngatain aku gendut??” Darrell menggeleng. “Mau Coklat apa?” Tanya Darrell yang sudah tak mau berurusan panjang dengan Mira. “Ya.. Terserah, emang ada hadiah milih gitu?? “ Darrell mendesah lagi. Mira masih kesal dengan Darrell tapi, ketika sampai di rumah ia kaget. Banyak truk kontainer di depan rumahnya menurunkan Coklat. Mira syok melihatnya, ketika masuk kedalam rumahnya ia sudah melihat tumpukan Coklat yang tertata rapi. Darrell benar-benar menuruti permintaannya. Ia membelikan Mira Coklat sepabrik. “Mira.. Kamu pesan Coklat sebanyak ini buat apa?” Tanya mamanya. “Mira nggak pesen Ma.. “ Mira langsung mengeluarkan handphonenya dan menelfon Darrell. “Darrell..” panggil Mira ketika Darrell menjawab panggilannya. “Udah sampai?” Tanya suara di sebrang. “Udah! Ini beneran kamu beli sepabrik??” Tanya Mira terkejut. “Nggak juga! Pabriknya nggak di jual soalnya.” Jawab Darrell. ****** Gara-gara Coklat itu, Mira langsung membagikannya. Ia tak mungkin menghabiskan sekotak Coklat dari Darrell, apa lagi ini puluhan Kontainer Coklat. Mira langsung membuat Snap yang di repost oleh teman-temannya. Membagikan Coklat-coklat tersebut. Bagi siapa yang menginginkannya silahkan datang ke rumah Mira dan mengambil Coklat tersebut. Karena berita itu juga, Mira langsung ngehits dan Darrell hanya diam saja tanpa memberikan komentar apa pun. Disisi lain.. Aurel menatap pantulan dirinya di Cermin dengan perasaan yang tak tentu, ia benar-benar emosi dengan yang di lakukan Darrell. Ia tak paham kenapa Darrell mengangkat pangkat Dimas. Dimass.. Aurel tak mau putus dengan Dimas. Ia tak mau jika Dimas mengetahui rahasianya. Ia tak mau Dimas tau jika ia sekarang sedang di jodohkan. Terlebih orang yang di jodohkannya adalah Darrell bos dari perusahaannya. Drt...drt.. Aurel menatap hpnya yang bergetar, My Love❤ Aurel langsung mengangkat panggilan itu, “Pagi sayang..” Sapa Dimas. “Pagi..” Jawab Aurel. “Kamu sakit?? Kok loyo gitu??” Tanya Dimas khawatir. “Nggak, aku sehat kok. “ “Hari ini kamu ada pemotretan?” “Oh.. Iya ada. Kenapa?” “Gapapa.. Aku pingin mampir aja ke rumah kamu, bilang ke mama papamu kalau sekarang aku punya pekerjaan yang bagus. “ Jawab Dimas. Aurel diam mendengar perkataan Dimas. Ia tak tau harus merespon apa. “Aurel..” Panggil Dimas “Aurel...” Panggilnya lagi.. “Halo.. Aurel..” “Eh iya.. Kenapa?” “Kamu beneran gapapa?? Kalau sakit ke rumah sakit aja, Nggak usah ke pemotretan dulu.” Kata Dimas yang semakin khawatir. “Gapapa Dimas... Aku baik-baik aja. Tadi kurang fokus soalnya lagi cari Charger hp.” “Beneran?” “Iya... Jadi, sana berangkat kerja. Ntar telat lagi.” “Oh iya.. Kamu jangan lupa makan ya...” “Iya.. Kamu juga.” “Bye.. Love you sayang.” “Love you too.” Aurel menaruh hpnya kembali. Ia lalu menuruni tangga kamarnya menuju meja makan. Untuk sarapan. “Rel, gimana sama kue kemaren?? Darrell suka nggak?” tanya Mamanya. Aurel tersenyum lalu menganguk. Sebenarnya ia juga tak tau. Darrell memakannya atau tidak. “Oh ya, kamu bawa ini ke tempat Darrell. Salamin ke dia ya.. Kalau bisa nanti malam ajak dia kesini. Kita Dinner bareng.” Pinta mamanya. “Aurel ada pemotretan Ma hari ini.” Jawab Aurel. “Sayang.. Dengerin Mama. Kalau kamu nikah sama Darrell kamu nggak perlu lagi jadi model kayak gitu. Dia pasti bisa menuhin semua keinginan kamu. Sekarang, kamu deketin dia aja. Kalau bisa pertunangan kalian bisa segera di adakan.” “Ma...” “Aurel.. Dengerin Mama. Kalau kamu sama Darrell.. Hidup kita nggak akan susah lagi, terutama kamu!! Kamu hanya perlu jadi Nyonya muda.” Aurel langsung menganguk mengiyakan. Ia malas berdebat dengan mamanya. Ia tak menyukai pemikiran mamanya. Yang ada di pikiran mamanya hanya uang dan status saja. Aurel langsung meletakan peralatan makannya, ia malas berurusan dengan mamanya lagi. Aurel langsung masuk ke dalam bak mandi dan mulai mandi. Ia bingung apa yang harus di katakannya sekarang. Ia tak berani bertemu dengan Darrell karena ia habis menghina laki laki itu semalam. Lalu soal Dimas, ia pusing. Alasan apa yang harus ia pakai supaya Dimas tak datang ke rumahnya. Ia tau jika nanti Dimas bertemu orang tuanya. Orang tuanya akan membeberkan rencana pertunangannya. Dan Dimas akan kecewa. Aurel tak mau itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD