76

1478 Words

Titik merah itu berkedip. Sebuah lokasi akhirnya muncul di layar ponsel Ebas—sebuah gedung besar di pinggiran kota. Seketika, tanpa ragu, ia memutar setir dan menekan pedal gas hingga menyentuh lantai. Mobilnya melaju lebih cepat, mesin meraung liar menembus keheningan malam. "Boss! Lokasi itu gedung kosong yang sering dipakai untuk transaksi gelap!" suara anak buahnya terdengar dari ponsel. "Berapa orang di sana?" "Minimal sepuluh, mungkin lebih. Mereka bukan orang sembarangan." Ebas menyeringai dingin. "Kalau begitu, kita pastikan mereka tidak keluar dari sana hidup-hidup." Di belakangnya, deretan mobil lain ikut melaju kencang. Anak buahnya tak ketinggalan, mereka bergerak cepat, mengikuti pimpinannya. Nala ada di sana. Dan siapa pun yang menghalanginya akan mati. --- Gedung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD