Ebas membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak peduli dengan jalanan malam yang sepi. Begitu memasuki gerbang mansion, beberapa staf keamanan langsung sigap membuka jalan, membiarkan mobilnya melaju tanpa hambatan. Begitu rem diinjak dan mobil berhenti sempurna, Ebas segera keluar dan berlari ke sisi pintu penumpang. "Sayang, kita sudah sampai," bisiknya pelan, suaranya penuh kelembutan namun tetap mengandung kegelisahan. Ia dengan hati-hati mengangkat Nala dalam gendongannya, membawanya masuk ke dalam mansion. Langkahnya cepat, penuh urgensi, sementara Nala di pelukannya masih tampak lemah, napasnya tidak beraturan. Di dalam mansion, Papa dan Mama Haris, Mama Wulan, dan Papa Dhipa langsung berdiri dari sofa begitu melihat putri mereka dalam kondisi seperti itu. "Ya Tuhan, Nala!"

