Setelah pertemuannya dengan Dhipa, ayah mertuanya, Ebas memilih untuk pulang lebih awal. Pikirannya masih dipenuhi dengan ucapan sang ayah mertua, namun lebih dari itu, ada satu hal yang lebih menyita perhatiannya—istrinya. Sejak pagi, Nala terlihat begitu lelah. Meski ia tak mengeluh, Ebas tahu pasti bahwa sidang tadi meninggalkan beban emosional. Itulah alasan utama ia memutuskan untuk pulang lebih cepat. Saat memasuki rumah, suasana terasa hangat. Aroma lembut dari lilin aroma terapi yang biasa dipasang Nala menyambutnya. Ebas tersenyum tipis, merasa betapa nyamannya rumah ini sejak kehadiran Nala. Ia segera menuju kamar, berniat membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah perjalanan panjang dan berbagai hal yang memenuhi pikirannya, mandi terasa seperti pilihan terbaik untuk menyegar

