71

1214 Words

Angga menggenggam gelasnya lebih erat, jemarinya memutih karena tekanan. Sorot matanya yang tajam menyorot penuh perhitungan ke arah pasangan yang kini berdiri di tengah keramaian. Di sisi lain ruangan, Nala tersenyum anggun saat beberapa tamu menghampiri untuk memberikan ucapan selamat. Ebas tetap berada di sisinya, tangan pria itu tak pernah lepas menggenggam tangannya, seolah ingin memastikan bahwa istrinya tahu bahwa ia tidak sendiri. Itu membuat darah Angga semakin mendidih. Tak jauh dari tempatnya berdiri, seorang pria yang berpakaian formal dengan headset di telinga mendekatinya. Suara musik pesta masih terdengar mengalun lembut, menyamarkan percakapan mereka. "Semuanya sudah siap, Tuan," bisik pria itu pelan. Angga mengangguk, ekspresi puas terukir di wajahnya. Ia melemparkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD