1z
In Bangkok, there is a university that is very famous among artists. The campus is often used by film agencies to shoot series.
The campus is famous for its engineering faculty because almost all Thai series use it.
But we don't talk about that faculty, here we're talking about 2 cute young men who ran from the campus gate to a group of people who were lined up in the field.
The two of them broke through the line and lined up at the rear. They are peat and noeul, freshmen from medical school.
This is their last introduction for a week, this time they will be taught and introduced to the names of medical devices and how to do CPR (cardiopulmonary resuscitation) or CPR (cardiopulmonary resuscitation).
.
.
They sat cross-legged while waiting for their turn to practice. Don't be surprised if they are still in the introduction but they have been taught the basics, because that is the rule if you want to enter medicine.
Even when all new students from other faculties only wear black and white clothes, the medical school is different because they have to wear a white uniform complete with a typical medical coat.
This is mandatory for all medical students on campus.
After waiting for almost 3 hours, finally it was peat and noeul's turn
In that line there were 5 new students, peat was in the middle and noeul was on the far right.
They follow directions or instructions from their seniors. And they have to press the mannequin's chest that has been provided 120 times.
They do it seriously and also have to be patient.
"Phi !!! When will it be finished, my hands are already sore" shouted noeul and got a shake from his senior. They all didn't answer and just kept counting, not ignoring but because Noeul often complained and made his seniors lazy to serve the child
"In a moment nuttarat, if the count is not enough then the patient will not be conscious" shouted their senior who had just arrived and was a popular student at the medical faculty
"Do you have to be aware of phi mos?" Noeul replied again and got a nod from the man named mos.
"Nuttarat" shouted all the seniors when they saw one of their juniors slapping the mannequin in front of him.
"Why was the mannequin slapped?" Ask phi jack who is in charge of overseeing and calculating noeul's cpr results.
"Too late phi, my hands are already sore but the patient is unconscious. So I just shake his head so he can quickly wake up" said noeul innocently while pointing at his mannequin, which immediately got ridicule from his classmates.
"Ih noeul can't do that, if the patient is slapped then they will die first" the voice came from the middle row
"Don't blame me, OK? Noeul shouted, did not accept.
Peat, who was being teased, looked down and found that the mannequin's head had been detached from his body, and his head had even rolled all the way to the left.
Peat's eyes widened and lifted her face, looking at Philin who was massaging her forehead.
"Hehehe phii is it okay?" Peat asked with an innocent grin.
"Next time, don't close your eyes or glance in other directions," said Phil Lin softly
"Hehehe, ok phi"
His contemporaries could only shake their heads and laugh because of the twins.
Some of them who were tired from waiting and hot from the hot sun were a little comforted by the endless behavior of the two humans.
Not a few of them also suggested becoming a comedian instead of becoming a doctor. But always answered by noeul 'let it be, so that the patient recovers quickly and has a stomach ache from laughing all the time'.
********************************************
********************************************
Di bangkok, ada satu universitas yang sangat terkenal dikalangan artis. Kampus tersebut sering kali digunakan oleh agensi-agensi film untuk melakukan syuting series.
Kampus itu terkenal dengan fakultas tekniknya karena hampir semua series thailand menggunakannya.
Namun kita tidak bercerita tentang fakultas itu, disini kita sedang bercerita tentang 2 orang pemuda manis yang berlari dari arah gerbang kampus menuju ke sekumpulan orang yang sedang berbaris dilapangan.
Keduanya menerobos barisan itu dan ikut berbaris di bagian belakang.
Mereka adalah peat dan noeul, mahasiswa baru dari fakultas kedokteran.
Ini adalah acara perkenalan mereka yang terakhir selama seminggu, kali ini mereka akan diajari dan diperkenalkan nama-nama alat medis dan cara melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (resusitasi jantung paru)
.
.
Mereka duduk bersila sambil menunggu giliran untuk praktek. Jangan heran kalau masih dalam perkenalan namun mereka sudah di ajari dasar-dasar, karena begitulah peraturan jika ingin masuk kedokteran.
Bahkan disaat semua mahasiswa baru dari fakultas lain hanya memakai pakaian hitam putih, fakultas kedokteran berbeda karena mereka harus memakai seragam putih lengkap dengan jas khas kedokteran.
Hal itu wajib dilakukan oleh semua mahasiswa kedokteran di kampus tersebut.
Setelah menunggu hampir 3 jam, akhirnya tiba giliran peat dan noeul
Di barisan itu ada 5 mahasiswa baru, peat berada di tengah dan noeul berada di ujung kanan.
Mereka mengikuti arahan atau petunjuk dari senior mereka. Dan mereka harus menekan dada manekin yang sudah disediakan sebanyak 120 kali.
Mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh dan juga harus bersabar.
"Phi !!! Kapan selesainya, tangan aku udah pegal" teriak noeul dan mendapat gelengan dari seniornya.
Mereka semua tidak menjawab dan hanya terus menghitung, bukan mengabaikan tapi karena noeul sering mengeluh dan membuat seniornya malas meladeni anak itu
"Sebentar lagi nuttarat, kalau hitungannya belum cukup maka pasiennya tidak akan sadar" teriak senior mereka yang baru tiba dan merupakan mahasiswa populer di fakultas kedokteran
"Emang harus sampai sadar phi mos ?" Sahut noeul lagi dan mendapat anggukan dari pria yang bernama mos itu.
"Nuttarat" teriak semua senior saat melihat salah satu juniornya menampar manekin yang ada di hadapannya.
"Kenapa manekinnya di tampar ?" Tanya phi jack yang bertugas mengawasi dan menghitung hasil cpr noeul.
"Kelamaan phi, tangan aku udah pegel tapi pasiennya tidak sadar-sadar. Jadi aku geplak aja kepalanya biar cepat sadarnya" ujar noeul polos sambil menunjuk manekinnya, yang mana langsung mendapat tawaan dari teman seangkatannya.
"Ih noeul nggak boleh gitu, kalau pasiennya di tampar nanti keburu mati duluan" suara itu berasal dari barisan tengah
"Jangan salahin aku ya, kalau aku mati gara-gara di tabok. Terus pasien kamu mati karena apa ?" Teriak noeul tidak terima.
Peat yang mendapat sindiran itu menengok ke bawah dan mendapati bahwa kepala manekinnya sudah terlepas dari tubuhnya, bahkan kepalanya menggelinding sampai ke ujung kiri.
Mata peat melotot dan mengangkat wajahnya, menatap phi lin yang sedang memijat keningnya.
"Hehehe phii tidak apa-apa kan ?" Tanya peat dengan cengiran tak berdosanya.
"Lain kali matanya jangan ditutup atau melirik arah lain" tegur phi lin lembut
"Hehehe, baik phi"
Teman-teman seangkatannya hanya bisa menggeleng dan tertawa karena ulah sikembar.
Beberapa dari mereka yang lelah karena menunggu dan panas karena terik matahari itu sedikit terhibur karena tingkah kedua manusia yang tidak ada habisnya.
Tak sedikit juga dari mereka yang menyarankan untuk menjadi pelawak daripada menjadi dokter. Tapi selalu dijawab oleh noeul 'biarin, supaya pasiennya cepat sembuh dan sakit perut karena terus tertawa'.
.
.
...........
.
.
"Hah !!! Capek, gara-gara kamu sih noeul. Kiita jadi dapat tugas tambahan kan dari phi mos" ujar peat saat mendudukkan pantatnya di kursi kantin.
"Iya iya, maaf !! Besok-besok aku bangunnya lebih cepat okei ??" Pinta noeul dan memberikan sebotol air dingin krpada sahabatnya.
"Mau makan apa ?kali ini aku yang traktir" hibur noeul dan membuat wajah masam peat jadi bersinar.
"Jangan nyesel ya " .
Mendengar itu, noeul sedikit was-was tapi iya sudah berjanji ,jadi tidak mungkin ia menarik ucapannya. Apalagi melihat wajah berseri itu.
"Mmm, ngga akan" balas noeul pasrah. Iya tau kalau peat sudah bilang 'jangan nyesel ya' , itu artinya yang ia beli sangat banyak.
"Aku pesan bakso dan mi goreng saja, minumanya es teh"
"Itu aja ?" Tanya noeul menaikkan satu alisnya, tumben pikirnya.
"Iya. Tapi___sepulang kuliah, kita singgah ke toko medis untuk membeli 1 set alat yang akan di pakai miinggu depan. Terus kita ke kedai seafood, terus kita ke resto sushi, terus beli daging panggang" ucap peat panjang
"Oh iya, terakhir !!! Kita ke supermarket. Bahan di kulkas dan di dapur sudah habis" lanjutnya dan benar-benar membuat noeul terdiam, terpatung dan terhabis pikir.
(Untung kita temen dari kecil peat, kalau ngga. Mungkin udah aku jual kamu, eh tapi ngga jadi soalnya kamu sahabat aku satu-satunya) batin noeul,
Ia hanya diam dan memperhatikan peat yang makan dengan wajah berseri-seri.
Menurut noeul, peat itu nyebelin tapi dia menyayangi bayinya itu. Ia tidak keberatan kalau harus membeli satu restoran agar peat bahagia. Karena sahabatnya itu sangat suka sekali makan.
.
.
.
..
.
.
.
T. B. C
next ??
Hallo guys !!!Ini adalah cerita pertama author, jadi harap dimaklumi ya jika banyak kesalahan kata hehehe
Dukung terusss dan juga jangan lupa untuk untuk like ????❤️❤️❤️❤️
*********************************************