Chapter 17

2139 Words

"Iya aku ingat. Enaknya kasih tema apa ya Kang Bim?" "Loh belum disiapin apa sama Gus Azzam. Kok gak kayak biasanya Gus? Biasanya Gus Azzam selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Njenengan sakit?" heran Kang Bimo. Azzam hanya mendesah. Pasrah, tiba-tiba dia ingat tadi malam nembak Caca. Aha ... dia punya ide. Sementara di barisan jamaah putri, Caca nampak tengah melamun dan kurang fokus. "Mbak Caca kok matanya sembab? Habis nangis ya Mbak Ca?" tanya Ipeh. "Iya peh?" "Kenapa Mbak? Mbak sakit?" "Enggak. Cuma kangen sama kedua orang tuaku," ucap Caca. Tapi alasan utamanya karena aku jatuh cinta Ipeh sama Gus kita. Aku takut Peh. Takut gak diterima sama keluarga besarnya dan netizen fans garis keras Guse, sambung Caca dalam hati. "Mbak Caca, dengerin tuh yang ngisi cerama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD