"Iya." Aku hanya mendengarkan sepintas pembicaaran mereka. Karena aku sendiri punya masalah yang harus segera kuselesaikan. Poligami? Kata itu terngiang-ngiang terus dalam otakku. "Mbak. Mbak Caca. Mbak Caca!" teriak Syarifah mengagetkanku. "Eh ... iya Peh gimana?" tanyaku gelagapan. "Ditimbali33 Umi." "Owh ... iya. Dimana?" "Di ndalem." Aku pun bergegas menuju ke ndalem. "Oryza mau kemana?" "Ndalem." "Ikut," ucapnya dengan mata berbinar-binar. "Ekhem." "Eh Gus Azzam. Saya mau ikut ke ndalem Gus. Ayuk Gus." Jamal langsung menarik tangan Gus Azzam, beneran nih anak gak ada jaimnya. Aku mengikuti mereka berdua dari belakang. Saat memasuki ruangan kulihat Bu Nyai Laila beserta kedua istri Gus Fadil juga disana. Nada juga. "Assalamu’alikum." "Wa’alaikumsalam." Setelah menyalami

