"Jadi ada urusan apa Anda semua kesini Pak Manajer?" Aku memulai interogasi sedangkan Gus Azzam sendiri memilih rebahan di atas ranjang tanpa berkomentar. "Kami datang kesini untuk mengucapkan permintaan maaf atas nama hotel dan terutama atas tindakan pegawai kami," ucap sang Manajer. "Jadi intinya, saudari Ghea memang terlibat, begitu maksud Anda Pak Manajer," sahutku dingin. "Ma-maaf-kan saya, Mbak. Sa-saya khilaf." Ghea menunduk dengan berderai air mata berharap sebuah pengampunan. "Lalu, pihak hotel memberi sangsi apa?" cecarku. "Kami sudah memberhentikannya. Mulai besok dia sudah tak bekerja lagi di tempat kami." Sang Manajer memberi tahu kami. "Selain kamu siapa yang terlibat?" suara dingin namun tajam akhirnya terdengar, siapa lagi kalau bukan Gus Azzam. Ghea hanya menunduk,

