"Kamu sama Ilyas benar-benar ya. Sombong, Ustazah Caca yang bukan siapa-siapa saja boleh tinggal di kamar khadamah kenapa sepupu Farida gak boleh!" nada Bu Nyai Laila mulai meninggi. "Maaf Mbak, itu sudah keputusan Abah Ilyas." Umi Aisyah menjawab dengan sabar. Duh Ibu Peri gitu. "Halah, kamu itu ngaca pondok ini punya siapa? Lagian Zulaikha itu sepupu Farida, mantuku. Dia lebih berhak tinggal disini daripada semua khadamah. Dia itu Ning. Wanita terhormat." Suara Bu Nyai Laila sudah tampak emosi. "Kalau dia wanita terhormat dia tak akan mengiba agar bisa tidur di kamar khadamah." Sebuah suara yang tegas dan dingin memasuki ruang tengah. Aku dan Ipeh melototkan mata karena mengetahui siapa pemilik suara tersebut. Gus Azzam. Kami memilih segera melanjutkan memasak. Takut ketahuan nguping

