Deg. "Aku sudah memeriksakan diri bersama Farida, aku mandul. Selama ini rupanya aku yang bermasalah. Aku mengalami azoospermia, Zam. Aku tidak akan bisa punya anak." "Mas, sekarang dunia kedokteran sangat canggih. Segala yang tak mungkin bisa saja mungkin. Ada bayi tabung, inseminasi bahkan kloning. Mas harusnya gak putus asa. Azzam sarankan Mas berobat yang benar. Insya Allah akan ada hasilnya. Dan satu lagi, bicarakan dengan Budhe. Cukup Ning Salima menjadi korban, jangan Ning Farida." "Aku takut Zam." "Mas!" bentakku. Hingga beberapa pengunjung menoleh ke arah kami. Astaga, terkadang aku lupa untuk mengontrol aumanku. "Berhentilah menjadi pria pengecut yang bersembunyi dibalik punggung sang ibu. Mas harus bisa menentukan nasib Mas sendiri." Mas Fadil termenung. "Bagaimana tangga

