Indah dan sekeluarga sedang menunggu tamu yang datang.
"Apa ada masalah, ma?" Indah menuju tempat meja makan.
"Tidak ada sayang, kamu sudah turun ya. Ya sudahlah kalau begitu duduk saja."
"Kenapa mama seperti khawatir, ada masalah apa sih, apa yang mama cemaskan?"
"Oh tidak saya, cuman keluarga teman papamu belum datang-datang sudah jam 7 lewat."
"Tuan Mayer Hawthorn dan sekeluarga sudah mau sampai di sini, ma. Papa sudah telpon sama tuan Mayer." Papa Indah menjelaskan kepada istri dan anak-anaknya bahwa mereka akan kedatangan seorang kakak laki-laki di rumah.
"Sebelum keluarga tuan Mayer Hawthorne sampai. Kalian harus mengetahui bahwa anak dari taun Mayer tinggal di rumah kita. Selama dia menyelesaikan kuliahnya".
"Pa, kenapa harus di rumah kita? kan ada hotel atau dia tinggal di kos-kosan." Indah tidak menyukai jika seseorang yang asing tinggal bersama mereka."
"Oo.., putri papa kok begitu ngomongnya, sayang kalian berdua anak papa. Tapi, teman papa ini tidak ingin anaknya tinggal sendiri di rumah atau di apartemen. Seperti yang tadi kamu bilang di kos-kosan, itu tidak baik."
"Andre juga tidak setuju, aku tidak ingin punya kakak laki-laki di rumah".
Mama tolong jelaskan semuanya sama anak-anak.
Anak mama yang paling ganteng dan cantik, kalian tidak boleh egois seperti itu dong. Sini, mama ingin kalian mau jika terjadi pada diri kalian tinggal sendiri. Tidak ada keluarga atau teman. Mau tidak?
"Tidak. " keduanya sama-sama menggeleng cepat.
Hmm, bagus.
Mama ingin kalian patuh sama papa dan mama.
Di luar ada bunyi mobil dan papa Indah keluar menyambut keluarga Mayer.
" Akhirnya kita jumpa setelah sekian lama"
Papa Indah senang bertemu dengan teman lamanya.
Bener, benar sekali. Aku sudah lama tak bersuap denganmu."
Ow..., apa ini putramu?
Benar ini putraku dan istriku.
Halo, Johnatan dan ibu tirinya memberikan salam kepada papanya Indah.
Iya, kalian pasti lelah. Mari masuk, istriku telah memasak makan malam bersama.
Terimakasih, kamu dari dulu tidak pernah berubah. Ayo nak.
Johnatan memandang sekelilingnya dan masuk bersama.
Silahkan duduk,
Mereka semua duduk bersama di meja makan
Tuan Mayer ini istri dan putra putriku. Sayang beri salam kepada tuan Mayer.
owh,.... ternyata kamu punya putri yang cantik. Dulu masih kecil tapi sekarang sudah besar makin cantik.
Terimakasih, om.
Mama indah membuka pembicaraan mereka agar mereka makan.
"Maaf, makan malam yang kami sediakan sangat sederhana."
Tidak, apa-apa.
Kami senang bisa makan di rumah kalian. Terimakasih banyak telah menyiapkan semau ini.
"Anak-anak kalian istrihat saja. Papa dan mama kami bicara dengan om dan Tante. Indah bantu antar John ke kamarnya ya, sayang".
Hmm, ayo ikut denganku.
Indah, hanya diam saja dan tidak mau berbicara dengan John.
"Mulai sekarang ini adalah kamarmu, ingat jangan macam-macam di sini."
"Jangan pernah dekati aku tau datang untuk bertanya apapun sama ku. Kalau butuh sesuatu cari sendiri."
" bawel banget jadi cewek!
Aku mau tidur, pergi sana." usir John.
Hei...., kau. Dia pikir siapa di rumah ini.
Hmm, awas saja. Ku buat kamu tidak nyaman tinggal di sini." Indah pergi ke kamar nya dan memikirkan cara untuk mengusir Johnatan di rumahnya.
Di pagi hari
Indah punya kebiasaan saat bangun tidak langsung mandi. Dia langsung ke dapur dan mengambil air minum dan sarapan. Setelah sarapan baru mandi.
Kak Indah,...
"Hmm." Jawab Indah.
Kak, kenapa kakak belum mandi? kakak tidak malu?
"Malu kenapa?" Indah masih belu sadar jika Johnatan sudah lama memerhatikan jalannya Indah. Begitu dia melihat ke depannya dia kaget.
Aaaaaaa,....
Kamu siapa?
Indah mengingat kejadian semalam dia langsung lari ke kamar. Papanya dan mamanya tertawa melihat reaksi Indah yang terkejut.
ouh.... maaf ya nak John, putri om seperti itu kelakuannya.
"Iya, om.
John tersenyum, huh... ternyata kamu di rumah seperti ini. Tapi, lucu sih."
Tante, John sudah selesai. Aku berang ke kampus dulu ya. Soalnya aku ada urusan penting pagi ini.
Oh.., Baiklah. Hati-hatilah di jalan. Kalau butuh apa-apa kamu bisa hubungin paman.
Iya, paman.
Aku berangkat.
Indah buru-buru masuk ke kamarnya dan wajahnya merah padam karena ketahuan sama John yang dia hina-hina semalam.
Wuih...., Ndah kamu bodoh atau gimana sih. Aku ceroboh banget pagi ini. Dia memandangnya di cermin dan dia merasa malu pada dirinya. "Aaaaaaa...., Aku mandi saja.Lupakan masalah pagi ini".
Sejak saat itu Indah mencari cara untuk membuat Johnatan meninggalkan rumah. Tapi, satupun caranya tidak ada yang berhasil. Malah membuat dia jatuh cinta dan cemburu jika ada yang dekatin John.