Kak John,...
Bangun sudah siang.
weeei..., kamu. kaget.
Masih bengong lagi, bangun.
aish..., aku bisa gila tinggal di sini.
Johnatan baru ingat jika dia tinggal di rumah Indah. Jadi, dia tidak biasa tinggal bersama dengan wanita.
Kamu keluar dulu. Aku mau mandi dasar kentang...., apa kamu tidak malu masuk ke kamar cowok.
Ngapain aku malu, aku punya adek cowok jadi aku sudah biasa.
Pergi...
Baiklah, cepat semua sudah menunggu di bawah.
Wanita gila.
Apa tadi bilang apa?
Tidak ada.
Johnatan pergi ke kamar mandi dan Indah kesal karena di katain orang gila.
Semua melihat Indah turun dari tangga dengan muka masih kesal dan marah.
Sayang, mana Kak John. Apa dia masih belum bangun?
Nggk tau, dia bikin aku kesal saja. Lain kali mama jangan suruh aku manggil dia lagi. Aku di buat kesal...
Ayah dan Ibunya tersenyum melihat tingkah putrinya seperti anak kecil.
Baiklah, mama janji tidak akan membuat anak mama yang cantik ini marah-marh lagi.
Janji ya ma, awas aja kalau ingkar.
Iya, sayang.
Johnatan turun dari tangga dengan memakai tas rangsel dan duduk berhadapan dengan Indah.
"Tau juga tempatmu ya." Indah masih kesal.
Nak John, silahkan pilih makanan yang kamu suka. Tante tidak tau makanan kesukaan dan seleramu jadi Tante hanya menyiapkan ini saja.
Iya Tante, terimakasih.
"Coba kamu makan ini" Mamanya indah menaruh di piring Johnatan. Membuat suasana jadi panas karena kehadiran Johnatan Ibunya tidak memerhatikannya.
"Aku sudah kenyang"
Indah mengambil tas dan bukunya lalu pergi meninggalkan meja makan.
"Maaf nak, John. Indah mungkin cemburu karena sejak tadi aku tidak memperhatikannya. Jangan ambil hati. Anak Tante memang manja."
"Ia Tante,"
Setelah siap mereka sarapan Johnatan pergi ke kampus dan melihat Indah masih di depan menunggu adeknya.
"Kamu masih di sini?!"
"Bukan urusanmu."
"Kak ayo berangkat bersama dengan kak John."
Andre mengajak mereka berangkat bersama dengan satu mobil.
"Apa? uihst
Aku tidak mau bareng dengan orang yang berkepala besar."
........ zzzzxz.....
Johnatan menahan amarahnya karena dia tidak ingin ada kesalahpahaman. Tapi, di sudut matanya menyiratkan sebuah ancaman.
"Ngapain lho nengok kayak aku musuhmu."
"Aku naik motor saja."
"Itu jauh lebih baik"
Indah membuka pintu mobil dan masuk dan menyuruh adeknya juga masuk.
Andre...., cepat masuk.
Hmm, baiklah kak John. Kakak hati-hati.
Hmm.... Kentang busuk.
Mereka masing-masing berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil dan motor masing-masing.
Wow....., John kamu tumben bawa motor?
Hanya Jordi yang kebetulan nunggu di depan.
Sesekali-kali kenapa nggk, balas Johnatan.
Tapi biasanya nggak seperti ini. Kamu biasanya menggunakan mobil sports atau kamu sudah jatuh miskin.
Lama-lama kamu ku tampok ya.
Ampun,.... aku mengaku salah. Aku hanya bercanda. Napa serius amat pagi ini? Lho sama Indah satu rumahan ya.
Hmmm,...
Apa? Tebakanku tidak salah kan?
Tidak. aiiii..., wanita gila itu tadi pagi.
Dia berhenti ngomong karena dia mengingatkan keadaannya tadi pagi.
Lho diapain sama tu cewek?
Kalian berdua???
Nggk ada, aku jadi gila di buatnya.