"Peluk aku lagi ya," pinta Hito. "Agar kamu tidak terjatuh dan kita cepat sampai," ucap Hito sambil tersenyum di balik helmnya. Menyebalkan. Mau tidak mau aku harus memeluknya lagi, batin Lisa. Hito pun mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi setelah keluar dari area SPBU. Dan mau tidak mau Lisa langsung memeluk Hito. Lisa mencoba menenangkan dirinya dan ia menanamkan dalam hatinya. Ini juga untuk keselamatanku, mas Hito suamiku, batin Lisa. Ah malas sekali harus mengakui dia sebagai suami. Mas Hito ini benar-benar memanfaatkan keadaan, batin Lisa. Satu jam berlalu. Keadaan lalu lintas mulai padat dan sangat macet, Hito pun mulai menurunkan kecepatan motornya. Antrian mobil mengular dan tak bergerak sama sekali. "Lihatlah Lisa," ucap Hito. "Jika kita naik mobil mungkin m

