bc

MENIKAHI AYAH TIRIKU

book_age18+
20
FOLLOW
1K
READ
family
HE
age gap
arrogant
kickass heroine
heir/heiress
blue collar
drama
bxg
city
musclebear
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

Edelweis seorang gadis yang beranjak dewasa jatuh cinta pada ayah tirinya. Diw adalah pria yang selama ini bersamanya. Edel tidak tahu pasti, mengapa ibunya menikahi pria yang lebih pantas jadi adik laki-lakinya, tapi kenyataannya sang ibu yang berusia 42 tahun menikah dengan mantan asisten almarhum ayahnya yang berusia 30 tahun. Akankah cinta Edel terbalaskan, hubungan terlarang yang dijalani Edel demi mendapatkan cinta Dean.

chap-preview
Free preview
Pengawasan
Edelweis, gadis yang baru menginjak dewasa itu tampak mematut diri depan cermin besar di kamarnya. Mengenakan dress terusan tanpa lengan sebatas lutut yang memamerkan kulitnya yang putih bersih tanpa celah. Wajahnya yang cantik tampak segar dengan polesan make up tipis dan aroma manis dari parfum yang ia pakai. "Kamu mau kemana, Edel?" Edel yang tengah memandangi ke cantikan tubuhnya pun menoleh dan mendapati sang ibu telah berdiri diambang pintu. "Tentu saja menikmati masa muda, " sahut Edel dengan sinis. Sejak ayahnya meninggal dua bulan lalu dan sang ibu menikahi asisten ayahnya , sikap Edel pada wanita yang melahirkannya itu sangat sinis dan tak peduli. Ia berpendapat, ibunya sama sekali tidak menghormati dan mencintai ayahnya. Ia berpikir Ibunya seorang perempuan yang hanya memuja kepuasaan dan kekayaan , dia tidak benar-benar mencintai suaminya dengan tulus. Dan pernikahan sang ibu dengan pria yang usianya lebih muda 22 tahun darinya membuat kebencian Edel pada wanita itu semakin menjadi, karena sebenarnya ia menyukai pria yang kini jadi ayah tirinya itu. "Dengan siapa kamu pergi?" "Apa pedulimu? Aku mau pergi dengan siapa, itu bisnisku. Aku bukan anak SMP lagi yang selalu di atur ibunya, " sinis Edel lantas meraih tas tangannya dan berjalan melewati ibunya begitu saja. "Jujur saja, sebenarnya kau senang kan aku tidak ada di rumah, agar kau bisa bermesraan dengan suami mudamu itu! Dasar perempuan tak tau diri, " maki Edel kesal lantas pergi begitu saja. Sang ibu yang mendengar tuduhan dan makian putrinya hanya bisa menghela nafas. Ia tak bisa membantah apa pun yang di tuduhkan Edel padanya. Karena ia sadar, putrinya itu tengah cemburu. Ia sadar, di usia yang baru 19 tahun , kondisi kejiwaan putrinya belumlah stabil. Edel baru memasuki masa pencarian jati diri. Selain itu, Edel yang merupakan anak satu-satunya keluarga Maxwel sangat di manjakan sang ayah. Ayahnya tak pernah membatasi apa yang di inginkan Edel, namun sejak ayahnya meninggal sang ibu mulai membatasi ruang geraknya sebagai pewaris tunggal perusahaan milik almarhum ayahnya. "Kemana Edel pergi?" tanya Dean saat melihat Mulan duduk sendiri di ruang tengah. "Ke pesta ulang tahun temannya, " jawab Mulan seraya menoleh ke Dean, pria muda yang sebulan lalu baru menikahinya. "Kau mengizinkan dia pergi?" "Bukannya kamu tahu, anak itu membenciku. Dia tidak pernah mendengar apa yang aku katakan. " Dean menghembuskan nafas, memiliki anak tiri yang usianya hanya terpaut 11 tahun lebih muda darinya memang cukup sulit. "Kalau gitu, aku akan menyusulnya. " "Lebih baik tidak perlu. Edel pasti akan marah saat melihatmu. " "Aku tidak akan menampakkan diri di depannya, aku hanya akan memgawasinya dari jauh, " ucap Dean menyakinkan istrinya. Mulan menghembuskan nafas lalu mengangguk dan memgibaskan tangan tanda menyuruh Dean segera pergi. Dean segera ke luar dari rumah besar itu, berjalan cepat menuju mobil Maybach hitam yang terparkir di depan rumah. Sebelum masuk ke mobil, sempat ia membaca pesan yang dikirim teman baiknya. "Konspirasi yang di susun Abraham hampir selesai, kamu harus tetap fokus menjaga Nyonya Maxwel juga putrinya." Dean menghembuskan nafas keras, bisnis ini terlalu pekat dan kejam baginya dan orang-orang yang tak paham dengan permainannya. Dean segera memerintahkan sopir untuk menjalankan mobil, ia mengikuti arah GPS yang ia pasang di mobil Edel demi menjaga gadis itu. "Nona muda datang ke pesta yang diadakan oleh putra Leonel Xavi. Pesta ini sengaja di adakan karena Leonel Xavi menargetkan Nona Muda untuk putranya sehingga ia akan dengan mudah mengambil alih Sword Blue melalui Nona Muda. " Laporan dari orang kepercayaannya melalui panggilan telphone membuat Dean geram, ia segera memerintahkan sang sopir untuk menambah kecepatan laju mobilnya. Ia tak ingin para penjahat itu memanfaatkan kepolosan Edel demi ambisi hitam mereka. Mobil Dean berhenti tak jauh dari rumah tepi pantai yang terlihat meriah dengan cahaya lampu warna warni. Suara musik yang menghentak terdengar dari radius 50 meter, suatu perta dansa yang cukup mewah. "Apakah Tuan Dean ingin turun dan melihat ke dalam?" tanya sang sopir sopan. "Tidak perlu, aku cukup memgawasi dari sini saja, " jawab Dean dingin. Sang sopir mengangguk, ia lantas meminta izin untuk keluar dari mobil. Bibirnya terasa asam karena tidak merokok. Sepasang anak muda yang mengenali mobil Maybach hitam itu lantas menghampiri dan memgetuk kaca jendelanya. "Tuan Dean? Ada apa anda di sini?" tanya si wanita pensaran. "Apakah kamu akan pergi ke pestanya Alex Xavier? " tanya Dean tanpa menjawab pertanyaan sebelumnya Kedua anak muda itu mengangguk dan Dean pun melanjutkan ucapannya. "Tolong bantu saya mengawasi Edel di dalam. Dan biarkan orang saya ikut masuk bersama kalian, " perintah Dean seraya menyodorkan beberapa lembar uang kertas ke arah dua anak muda itu. "Baik, Tuan Dean, saya akan lakukan apa yang Tuan perintahkan, " sahut si pria muda sembari mengambil uang yang di berikan Dean. Sepeninggalan sepasang anak muda yang juga teman Edel , Dean memanggil sopirnya. "Ada apa, Tuan?" "Kau masuklah ke dalam. Pastikan penampilanmu tidak mencolok. Awasi Edel dan segera telphone aku ketika ada yang menganggunya, " perintah Dean tanpa terbantahkan. Sang sopir tanpa banyak tanya segera berjalan cepat ke rumah milik Tuan Leonel Xavi . Ia dengan cepat mencari cara agar bisa ikut dalam pesta tanpa menarik perhatian siapa pun. Lukas memasang alat komunikasi berukuran kecil di telinganya . Ia pun meminjam pakaian pelayan untuk penyamaran. Di dalam, ia melihat nona mudanya tengah bercengkrama dengan beberapa orang temannya. Sepertinya mereka tengah memainkan suatu permainan yang cukup seru. Tampak Edel memegang gelas berisi anggur merah. Tiap kali ia kalah, ia akan meminum isi dalam gelas itu hingga habis. "Edel, kau kalah lagi. Silakan kau pilih, tantangan atau jujur, " seru seorang teman wanitanya. "Aku pilih tantangan saja. " "Oke, silakan pilih! Kau harus merayu Alex Xavier untuk menemanimu dansa atau minum dua gelas anggur sekaligus?" "Minum!" jawab Edel langsung menuangkan anggur ke dalam gelasnya. Ia tahu, siapa Alex Xavier. Pemuda yang terkenal di kampus karena kekayaan orangtuanya dan prilakunya yang kerab berganti pacar dengan mudah semudah membuang tisu bekas pakai. Saat isi gelas kedua telah habis ia telan, pandangan Edel mulai goyang. Gadis itu tampak berkali-kali menggerakkan kepalanya agar tetap sadar. Seorang pemuda membisikkan sesuatu pada temannya. "Kamu yakin sudah mencampurkan obat itu ke minuman Edel?" "Tentu saja. Aku tidak salah memberi gelas itu ke Edel, " sahut temannya. "Kelihatannya Edel membutuhkan pahlawan untuk menghilangkan pengaruh obat itu. Segeralah kesana! Dan dapatkan dia, " ujar sang teman dengan smirk di bibirnya. Teman itu mendorong Alex Xavier ke meja di mana Edel sudah terlihat gelisah. Melihat itu, Lukas langsung memberitahu Dean melalui alat di telinganya. Hanya hitungan detik, tubuh jangkung Dean sudah berada di ruangan itu. Pria itu berjalan dengan tatapan dingin saat menghampiri meja Edel. "Siapa anda! Anda tidak di undang ke acara saya!" bentak Alex Xavier yang memapah tubuh Edel yang setengah sadar. "Kamu tidak perlu tahu siapa saya! Tapi saya tahu, apa yang akan kamu lakukan pada gadis ini, " Timpal Dean tegas. "Lepaskan gadis itu!" "Tidak akan, gadis ini milik saya!" Alex Xavier menolak perintah Dean, pemuda itu justru membalas perkatasn Dean dengan tatapan tajam. "Jangan coba-coba menganggu orang saya!" Ucap Dean lagi disertai tatapan tajam yang mengancam. Ia dengan cepat menarik Edel dari Alex dan langsung menggendongnya. Namun saat berbalik, teriakan beberapa orang membuatnya berhenti. Prang! ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Perfect Man and Stupid Women

read
157.7K
bc

Keyra, Gadis Kecil Kesayangan Om Dirga

read
212.4K
bc

Serpihan Hati Yang Utuh

read
2.5K
bc

Sentuh Aku, Daddy!

read
168.5K
bc

Demo Dulu, Jatuh Cinta Kemudian

read
6.4K
bc

Istri Kecil Om Arogan

read
14.8K
bc

Terjerat Hasrat Suami Pengganti

read
171.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook