“Jiwa penguntitmu masih saja.” Darwin mencoba mencairkan suasana tegang di antara suami - istri ini. Yuna pun memilih untuk diam saja. “Kau sebenarnya temanku atau temannya, hah ? Sepertinya kau ingin sekali membelanya ya ?” Sindir aimmar pada darwin, seketika membuat pria itu pun memilih bungkam. Sepertinya suasana hati aimmar benar - benar sedang tidak baik. “Mulai hari ini sampai seterusnya, kau tidak boleh menemui siapapun. Termasuk keluargamu!!! Dan jangan sampai aku tau kau pergi melewati pintu rumah ini, jika tidak kau tau sendiri akibatnya!!!” Perintah aimmar dengan nada tak terbantahkan. Wajah suaminya itu terlihat sangat serius, bahkan yuna tidak memiliki keberanian untuk membantah. Mungkin semua ini karena perasaan bersalahnya, karena dia pergi tanpa meminta ijin atau pun memb

