BAB 15

1130 Words

Sheeran mengerjapkan matanya, berusaha menetralkan penglihatannya dengan cahaya sekitar yang lancang menerobos masuk dari celah gorden kamar yang masih temaram itu. Perempuan itu pun mulai merentangkan kedua tangannya, berusaha meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Perempuan itu lalu beranjak dari ranjangnya dan mengayunkan kaki keluar dari kamar. Ia terus melangkahkan kakinya. Raut wajah perempuan itu tampak biasa saja, seolah sama sekali tak terjadi apa-apa padanya sebelum itu. Sheeran seperti benar-benar lupa akan beberapa hal yang terjadi pada hidupnya belakangan ini. Sampai di kamar mandi, ia mulai melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya dan mulai melakukan ritual mandinya. Namun ketika ia menyentuh bagian perutnya, mata dan mulutnya tiba-tiba membulat lebar. Sabun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD