Malam semakin larut, Alfdrein sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Pikirannya berkecamuk dan angannya mengelana ke mana-mana. Di lihatnya Sheeran yang terbaring di sampingnya. Ah Sheeran, desah iblis itu dalam hati. Ini bukan tentang wanita itu, yang meskipun minggu lalu mengatakan sudah mau menerima jati dirinya, malah agak menjaga jarak. Alfdrein sama sekali tak mempermasalahkan hal itu, Alfdrein mengerti. Semua butuh waktu untuk membuat Sheeran kembali merasa biasa-biasa saja dengannya. Ia memaklumi ketakutan Sheeran. Ada hal lain yang mengganggu pikiran iblis itu. Dan ini tentang ancaman yang datang beberapa hari lalu dari makhluk-makhluk sebangsanya ketika ia berkunjung ke dunia hitam dan baru terpikirkan olehnya sekarang. Alfdrein tidak mengerti, bagaimana bisa mereka mengetahui

